Merayakan Keragaman di kota Makassar

Lelaki itu berperawakan kecil, berkacamata dan berjenggot lumayan tebal. Saya menjulukinya sebagai lelaki yang di kepalanya ada kantor yang tak pernah libur, merujuk ke puisi ciptaannya sendiri. Dia memang seorang penyair, seorang penulis, seorang pembuat film dan seorang yang selalu penuh dengan ide.

Namanya Aan Mansyur. Sabtu malam (21/8) di Dapur Makassar Jl. A. Mappanyukki dia tampil di depan sekitar 100-an orang yang merupakan wakil dari berbagai komunitas di kota Makassar untuk menjelaskan banyak hal dan berdiskusi banyak hal tentang gerakan warga yang bertajuk “Makassar Tidak Kasar”. Diskusi ini adalah rangkaian acara yang digelar komunitas blogger Makassar, AngingMammiri.org hari itu selain Tudang Sipulung dan sharing antar komunitas. Keseluruhan acara adalah rangkaian Pesta Blogger 2010

Selengkapnya

[Road Show PB 2010] Blogshop dan Tudang Sipulung

[Selengkapnya]

[Entry Tematik Favorit Juli 2010] Hari Anak Nasional: Biarkan Mereka Bercita-cita!

Saya adakah orang yang sering bepergian dengan berjalan kaki. Suatu hari saya berjalan kaki menuju ke kampus karena jalur kendaraan umum tidak berhenti tepat di depan kampus ku. Hentakan kakiku terhenti ketika melihat [Selengkapnya]

Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri

Komunitas yang menghimpun blogger-blogger yang memiliki keterikatan khusus dengan Makassar, dan bersama-sama mengadakan kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat.

Banner AngingMammiri