Uncategorized

Sebuah Inspirasi Dari TEDx Makassar

Sebagian pembicara TEDx Makassar 2011 ( foto by : Febri Yanti )

TEDx, sebuah ajang konferensi skala internasional yang menampilkan orang-orang hebat dan inspiratif untuk berbagi ide-ide brilliant yang mempengaruhi banyak orang. Tahun ini TEDx Makassar kembali digelar pada hari Selasa, 21 Juni 2011 di halaman belakang kantor BAKTI. Iqko, seorang member AngingMammiri ikut hadir dalam pagelaran tersebut. Berikut adalah liputannya.

Sayup-sayup suara Amy Winehouse bernyanyi Rehab menyambut kedatanganku di Gedung BaKTi. Di kejauhan, beberapa orang sibuk “mendandani” tembok dalam BaKTi dengan berbagai graffiti bermodalkan pilox berwarna-warni. Tampak pula Sese Lawing asyik bercerita dengan orang-orang yang datang dan berfoto di Wall Of Fame TEDx Makassar. Firasatku mengatakan acara ini akan berlangsung sangat keren. Apakah iya? Acara ini sangat keren!

Beberapa tahun kebelakang, tidak banyak sosok yang mampu menjadi highlight dalam membawa perubahan. Di Makassar, masih terhitung beberapa “movement” yang terjadi dikarenakan keadaan. Malah yang paling sering muncul adalah wajah para mahasiswa yang bentrok dimana-mana. Inikah wajah Makassar yang sekarang?

Pertanyaan ini dijawab oleh banyak orang berbakat yang tampil sebagai pembicara dalam TEDx Makassar pada hari Selasa, 21 Juni 2011. Yang menjadi kebanggaan tersendiri adalah mereka yang berbicara tersebut merupakan warga Makassar, anak mudanya Makassar, yang berkarya di bidangnya masing-masing dan mampu menjadi inspirasi untuk orang-orang sekitarnya.

TEDx ini sebenarnya apa? TED adalah sebuah konfrensi tahunan dimana para pemikir dan praktisi berbagi ide-ide brilian yang dapat mempengaruhi berbagai bidang. Untuk acara di Makassar menampilkan Shanty Riskiani, dosen yang sangat concern terhadap masyarakat yang teralienasi khususnya para pecandu narkoba dan ODHA. Shanty berbagi cerita tentang stigma masyarakat yang sudah kadung melekat pada pecandu narkoba plus sebuah pertanyaan yang menggelisahkan,  bagaimana kalau itu terjadi pada salah satu keluarga kita?

Pembicara selanjutnya adalah Ardy Chambers. Salah seorang Entrepreneur muda dari Makassar. Dengan bisnis clothingnya, dia berniat membuat Makassar menjadi salah satu pusat pergerakan budaya di Indonesia Timur. Ardy juga berbagi tips dan trik bagaimana untuk menjadi seorang pengusaha. Intinya adalah jangan pernah takut untuk memulai!

Sharing berikutnya dibagikan oleh Pengajar Muda yang tergabung dalam Indonesia Mengajar. Dia menyusur hutan dan mengajar di pedalaman Majene, Sulawesi Barat. Adapula sharing dari organisasi Future Leader yang memberikan kesempatan kepada semua orang untuk belajar menjadi pemimpin yang lebih baik.

Semakin malam, ternyata sharing dan pembicara yang tampil semakin menarik. Muhary Wahyu Nurba, mengajak Asriani, untuk mempertunjukkan kemampuannya story telling melalui esai foto. Yang membuatnya menjadi semakin menarik bahwa inilah gambaran hidup sebagian besar masyarakat Makassar.

Di balik menterengnya mall, ada anak-anak yang bermain dengan timbunan sampah di kanal. Seorang anak yang berbakat dan bermimpi menjadi seorang fotografer yang hebat. Presentasi ini tidak berhenti memukau sampai disini saja.

Zayyan, anak usia 9 tahun kemudian mencuri perhatian. Dengan lincahnya dia membacakan satu cerpen berjudul “Monster Kanal dan 3 Sahabat”. Sebuah sindiran telak kepada semua orang.

Acara seperti inilah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Khususnya para remaja. Dimana sebenarnya di sekeliling kita banyak fenomena yang terjadi, dan tingkat kepedulian kita semua bahkan sangat kurang mengenainya. Ini tentang kota kita, Makassar. Kota yang menjadi pusat kegiatan kita sehari-sehari.

Inilah yang diantarkan oleh Yuli Tanyadji, yang berkisah tentang pengalamannya di Bandung. Bagaimana gerakannya mampu didengar oleh Pemerintah Daerah Bandung dan melakukan gerakan yang mendukung pelestarian bangunan heritage disana. Bagaimana dengan Makassar? Apakah dengan selesainya Center Point Indonesia, kita masih bisa menikmati sunset yang sama di Losari?

Puncak acara dan euforia total peserta TEDx datang ketika Sese Lawing tampil. Setelah bernyanyi satu lagu, barulah dia berbagi tentang semua pengalamannya. Bagaimana merantau di Jakarta dan proses kreatif yang dia lakukan. Satu titik pentingnya adalah bagaimana seorang Sese Lawing mau kembali ke Makassar dan membuat lagu dengan bahasa Makassar. Dia tidak malu menampilkan bahkan ingin memajukan budaya pop local bahkan tradisional Sulawesi Selatan.

Gegap gempita penampilan Sese Lawing mengajak semua orang untuk tersenyum pada malam itu. Pun ketika acara sudah berakhir, rasanya semua inspirasi yang diberikan oleh semua pembicara masih tersimpan rapat di kepala. Ada banyak orang hebat di Makassar. Mereka mau bergerak dan mencapai mimpinya. Mereka mau peduli terhadap kota dan lingkungan sekitar. Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar?

Iqko adalah seorang penggemar musik dan aktif ngeblog serta salah satu punggawa komunitas blogger Makassar-AngingMammiri.org. Catatannya tentang musik dan beragam hal-hal lain dalam kesehariannya dapat dibaca di sini.


Paccarita adalah ikon dari komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri Paccarita adalah anak kecil yang ceria dan senang berbagi banyak hal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *