Uncategorized

Kampung Penenun Sutera Sengkang

Cuaca begitu cerah di atas tanah tempe. Pekerjaan yang di berikan oleh kakak sepupu untuk persiapan wedding bulan depan pun sudah selesai. Karena tidak adanya aktifas lagi saya berniat untuk mengunjungi salah satu Kerajinan kebanggaan Kabupaten Wajo yakni Penenun Kain Sutera.

Pagi itu saya ke desa Sempangge Berjarak kurang lebih 3 Km dari kecamatan tempe dengan menggunakan alat transportasi becak motor. Biaya dari Kecamatan Tempe ke Sempangan berkisar Rp. 3000,- kalau kita start dari kota sengkang kemungkinan harganya Rp. 6000,-. Di Desa Sempangge mayoritas masyarakatnya adalah patennung (Penenun kain sutera)

Ada hal yang berbeda ketika kita sudah berada dikawasan Sempangge. Disetiap deretan rumah panggung bunyi sentakan Kayu terdengar nyaring di gendang telinga bagaikan sebuah irama yang memanggil untuk melihat dibalik bunyi tersebut. Yah itulah bunyi suara sentakan kayu pada saat orang menenun kain sutera.

Menyusuri jalan demi jalan di desa Sempangge, saya tertuju pada sebuah rumah yang kebetulan pintu gardunya saat itu terbuka lebar. Setelah masuk saya menyempatkan berkenalan dengan salah satu penenun namanya Indo Upe, usianya berkisar 35an. Indo Upe ini adalah salah satu dari sekian banyaknya penenun H. Zikir. Karena hari itu H Zikir tidak ditempat saya bertanya-tanya kepada Indo Upe mengenai Pekerjaan dan Kain Sutera yang jadi Kebanggaan kab. Sengkang.

Indo Upe ini sudah 10 tahun menjadi penenun H. Zikir disamping itu pulang ia memiliki hubungan keluarga dengan bosnya tersebut. Kadang Indo Upe dapat menyelesaikan 1 kain tenuna sutera itu selama 30 hari wajar saja kalau harga kain sutera itu mahal butuh waktu 1 bulan untuk dapat menyelesaikan 1 kain. Harga kisaran 1 kain sutera sengkang ini sekitar 200ribu – 400ribu itu tergantung motif kain.

Ia mengatakan pekerjaan ini adalah pekerjaan sampingan bagi perempuan di daerah wajo. Kebetulan masyarakat sempangge banyak yang menekuni menenun karena mereka berfikir lumayan sebagai penambah penghasilan dari suami mereka yang rata-rata sebagai penangkap ikan disungai/danau tempe.

Karena hari sudah mulai siang dan matahari pada saat itu menyengat sampai di ubun-ubun, saya memohon pamit dan berharap dalam hati Semoga Kebudayaan Pattenung di Kabupaten Wajo tetap dilestarikan dan menjadi salah satu icon kebanggan Sulawesi Selatan.


Paccarita adalah ikon dari komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri Paccarita adalah anak kecil yang ceria dan senang berbagi banyak hal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *