AngingMammiri mengunjungi Taka Bonerate

Sunset di selat Selayar

Sunset di selat Selayar

Kamis hingga Minggu kemarin ( 17-20/November ) Komunitas Blogger Makassar mendapat kehormatan diundang menengok langsung keindahan pulau Selayar dan Taman Nasional Takabonerate. Undangan ini sebenarnya dalam rangka kegiatan tahunan yang diberi label Taka Bonerate Island Expedition, sayangnya ada kesalahan jadwal sehingga kami datang sebelum acara digelar. Tak mengapalah karena toh kami tetap sempat melihat langsung indahnya pulau Selayar dan Taman Nasional Taka Bonerate.

Rombongan yang berjumlah 8 orang berangkat dari terminal Mallengkeri di selatan kota Makassar sekitar pukul 9 pagi. Di perjalanan, seorang anggota lainnya ikut bergabung. Tepatnya di kota Bulukumba, sehingga total rombongan mencapai 9 orang. Hujan gerimis menyertai perjalanan bus ANEKA yang mengantar kami sampai kota Benteng, Selayar. Menjelang pukul 4 sore kami tiba di dermaga penyeberangan feri Tanah Beru Bulukumba. Untuk mencapai tanah Selayar kami harus menumpang feri sekitar 2,5 jam. Pemandangan sepanjang perjalanan feri sungguh indah karena kami tepat mendapati matahari terbenam.

Tiba di terminal kota Benteng Selayar sekitar pukul 9 karena ternyata dari dermaga penyeberangan jaraknya masih jauh, sekitar 1,5 jam lagi. Walhasil malam itu tubuh terasa sangat letih. Tapi kami masih bersemangat ketika diajak mengunjungi Tinabo Dive Center dan dijamu bapak kepala dinas pariwisata kabupaten kepulauan Selayar, bapak Andi Mappagau. Saking semangatnya lagi, meski badan letih kami masih sempat nongkrong di kafe Tempat Biasa yang sungguh nyaman di pusat kota Benteng. Malam itu kami akhiri dengan istirahat jauh selepas tengah malam.

Pagi harinya kami buka dengan semangat. Sebuah perahu cadik kecil sudah menanti di dermaga Rauf Rahman kota Benteng. Pagi itu rencananya kami akan menyeberang ke sebuah pulau bernama Gusung yang ditempuh dengan jarak sekitar 30 menit. Tadinya kami berencana akan mencoba snorkling di sebuah spot di pinggiran pulau yang lumayan besar dengan penduduk sekitar 210 KK itu, tapi sayang sungguh sayang. Air laut rupanya surut sangat jauh sehingga kami tidak bisa menikmati snorkling seperti yang direncanakan.

Akhirnya menjelang jam 12 siang kami kembali ke kota Benteng dan bersiap untuk menuju pulau Jinato selepas sholat Jumat. Pulau Jinato adalah salah satu dari 21 gugusan pulau yang berada dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate. Kami menumpang kapal kayu besar yang lambat menuju pulau Jinato. Total perjalanan ditempuh dalam 8 jam. Berangkat sekitar pukul 3 dan tiba menjelang pukul 11 malam. Sungguh perjalanan yang melelahkan.

Kami bersama rombongan ibu wakil bupati dan pejabat dari berbagai dinas di kabupaten Selayar kemudian diinapkan di rumah warga. Keesokan harinya sebelum matahari benar-benar menyengat, kami bersembilan kemudian menyeberang ke pulau Tinabo dengan menumpang kapal kayu yang berukuran sedang. Pulau Tinabo adalah pusat pemanfaatan wisata bahari dalam kawasan taman nasional Taka Bonerate.

Jarak dari pulau Jinato ke Tinabo sekitar 2 jam. Lumayan melelahkan sebenarnya, tapi pemandangan laut lepas di bawah cuaca yang cerah membuat kami melupakan beratnya perjalanan. Sepanjang jalan kami menikmati hembusan angin yang menyapu wajah dan birunya laut. Kadang-kadang dasar lautnya terlihat jelas saking beningnya. Benar-benar menggoda untuk menikmatinya.

Akhirnya kami tiba juga di pulau Tinabo. Pulau kecil yang keindahannya sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Sungguh indah, pasir putihnya halus serupa bedak, air lautnya bening berwarna kehijau-hijauan dan biru tua. Langitnya biru cerah dengan awan putih yang menggumpal. Tak salah kalau saya menyebutnya sebagai sepotong surga.

Kami menikmati indahnya pulau Tinabo dengan berenang, snorkling dan bahkan seorang anggota rombongan sempat menikmati dive intro walau tidak lama. Singkat kata alam bawah laut pulau Tinabo sungguh menggoda, sayang sekali kami tidak mempersiapkan dana yang cukup untuk ikut dive intro sehingga kami hanya bisa menikmatinya dengan snorklling, itupun sudah sangat membuat kami senang.

Sayangnya karena masalah waktu kami tidak bisa berlama-lama di pulau Tinabo. Sekitar jam 4 sore kami kembali menyeberang ke pulau Selayar. Kali ini kami tidak menuju kota Benteng, tapi sebuah dermaga bernama Pattumbukang yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari kota Benteng. Perjalanan dari Tinabo sendiri menuju Pattumbukang memakan waktu 4 jam. Jadilah sekali lagi untuk 3 malam berturut-turut kami menikmati sunset dari atas perahu. Sebuah pengalaman yang luar biasa.

Keesokan harinya kami harus kembali ke Makassar. Dengan menumpang kapal cepat yang nyaman, kami meninggalkan kota Benteng menuju pelabuhan Leppe’e di kota Bulukumba. 3 hari di Selayar benar-benar sebuah pengalaman yang luar biasa, kami bisa menemukan sebuah pulau yang sangat indah serta tentu saja pengalaman yang sangat berkesan menumpang berbagai jenis perahu dan menikmati sunset serta malam dari atas perahu.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak dinas pariwisata kabupaten kepulauan Selayar yang telah menjadi tuan rumah yang baik dan tentu saja kepada pihak POSSI, utamanya bapak Januar Jaury yang sudah mengundang kami untuk menikmati indahnya Taka Bonerate. Mudah-mudahan masih ada kesempatan di lain waktu untuk menikmati indahnya pantai dan laut Taka Bonerate.

 

Tulisan lengkap tentang trip Taka Bonerate bisa dibaca di sini :

http://daenggassing.com/2011/11/takabonerate-bag-1-jalan-panjang-menuju-surga/

http://daenggassing.com/2011/11/takabonerate-bag-2-tinabo-sepotong-surga-di-selatan-sulawesi/

http://daenggassing.com/2011/11/taka-bonerate-bag-3-potensi-yang-terpinggirkan/

semua foto adalah hasil jepretan daenggassing.com


About the Author

Paccarita
Paccarita adalah ikon dari komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri Paccarita adalah anak kecil yang ceria dan senang berbagi banyak hal.

Be the first to comment on "AngingMammiri mengunjungi Taka Bonerate"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*