Jangan Anggap Remeh Blogger

Sebenarnya sudah sejak bulan Juni kemarin saya ingin posting tulisan ini tetapi karena web ini mengalami trouble cukup lama, saya jadi lupa. Akhirnya baru bisa saya posting sekarang dengan sedikit perbaikan. Ini tentang pengalaman saya beberapa bulan lalu. Tentang hadiah notebook yang hangus itu (Daeng Ipul pun menyempatkan posting di blognya tentang ini).

Baru kali ini ada sebuah kementerian penyelenggara lomba yang menghanguskan hadiah.  Ini sempat saya alami pada lomba blog ICT USO EXPO 2013. ICT USO EXPO (Information Communication Technology Universal Service Obligation) adalah ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi. Tahun ini ajang nasional ini dilasanakan di Makassar pada tanggal 23 – 25 Mei 2013. Banyak instansi, institusi, perusahaan, dan komunitas – termasuk Anging Mammiri (komunitas blogger Makassar) ambil bagian di dalamnya.

Sebenarnya kenaifan ini bukan terletak pada kementeriannya, sebuah perusahaan yang bertindak sebagai pelaksana tidak memberikan pengumuman selain pengumuman secara lisan pada hari terakhir ICT USO EXPO. Tak ada pengumuman di twitter, facebook, maupun di website resmi ICT USO EXPO.

Pacca dan daeng Ipul di stan Anging Mammiri di ICT USO EXPO

Karena alasan nomor HP saya tak bisa dihubungi, menurut panitia, hadiah juara 3 yang seharusnya diberikan kepada saya ditarik oleh sponsor padahal pada ponsel saya tak ada notifikasi miss call yang berkali-kali ataupun SMS (kisah lengkapnya bisa dibaca di tulisan berjudul ICT USO EXPO 2013: Katanya Saya Memenangkan Hadiah Notebook Tapi Hadiahnya Diterbangkan Angin.

Saya berusaha menerima kabar tak enak itu. Saya berprinsip segala sesuatu yang dengan banyak cara tak sampai kepada saya maka itu bukan rezeki saya. Sebaliknya, segala sesuatu yang dengan cara tak terduga tiba kepada saya maka itulah rezeki saya.

Saya kemudian berpikir untuk melakukan beberapa langkah:

  • Segera posting tulisan ICT USO EXPO 2013 berjudul Katanya Saya Memenangkan Hadiah Notebook Tapi Hadiahnya Diterbangkan Angin di blog saya dan di Kompasiana.  Bila membaca tulisan saya, mungkin teman-teman berpikir saya benar-benar pasrah, tak melakukan apapun selain membuat tulisan itu. Namun tak demikian halnya. Saya melakukan beberapa langkah lagi:
  • Mengirim SMS kepada panitia yang saya hubungi sebelumnya. SMS itu berisi pesan memintanya dan panitia ICT USO EXPO lainnya untuk membaca tulisan saya agar mereka tahu dari sisi saya seperti apa. Di akhir SMS saya katakan, “No hurt feeling, Mbak. Hanya saja Saya bukan blogger bila tak menuliskan kejadian ini.”
  • Update status di wall pribadi di facebook dan Google Plus. Sharing status itu dan menyebarkannya ke 3 grup  besar yang saya ikuti di facebook. Dalam ketiga grup ini, ada banyak kawan blogger yang sangat aktif update posting-an, juga aktif mengikuti lomba. Dari sinilah kemudian banyak kunjungan dan komentar masuk ke blog saya, memberikan semangat selain kawan-kawan blogger yang follow-followan blog dengan saya dan kawan-kawan blogger di Google Plus. Karena keterbatasan perangkat yang saya gunakan (tablet pinjaman), saya tak masuk di semua grup blogger/penulis yang saya ikuti. Saya hanya memilih 3 yang kira-kira efeknya bisa “cetar membahana” dalam waktu singkat. Seandainya memungkinkan, saya pasti sharing ke lebih banyak grup lagi.
  • Mengirim pesan inbox kepada seorang kawan lama yang saat ini memiliki posisi penting di Kementerian Kominfo di Jakarta, menceritakan mengenai hal ini.
  • Ngetwit pak Tifatul Sembiring – menkominfo dengan kalimat: Saya pemenang lomba blog ICT USO EXPO yang hadiahnya hangus. Semoga tak menjadi preseden buruk bagi Kemenkominfo. Di twit itu saya menyertakan link tulisan saya. Beberapa orang me-retweet twit tersebut.

Berterimakasih sekali Daeng Ipul amat membantu dalam penyelesaian masalah ini. Syukurnya pula Daeng Ipul juri di lomba blog itu dan menjadi orang yang dijadikan tempat bertanya EO tersebut mengenai penyelenggaraan lomba blog jadi Daeng Ipul masih menyimpan alamat e-mail panitia (EO). Daeng Ipul mengirim e-mail kepada pimpinan EO tersebut dan meminta agar masalah ini tak selesai begitu saja dan agar pihak panitia menghargai usaha saya dalam mengikuti lomba. Kalau tidak, notebook itu niscaya benar-benar diterbangkan angin.

Alhamdulillah, hanya dalam hitungan jam, seorang panitia menghubungi saya dan mengatakan akan mengirim hadiah notebook itu. Kisah lengkapnya bisa dibaca di tulisan berjudul ICT USO EXPO: Notebook Itu Akan Terbang Menuju Makassar.

Selama peristiwa ini, saya belajar banyak. Ada beberapa poin yang saya garisbawahi yang bisa saya bagi di sini:

  • Perlu tetap tenang, logis, dan santun dalam bertutur. Kebaikan insya Allah mendekat bila kita berusaha berbuat baik.
  • Terasa sekali peran komunitas bagi seorang blogger. Bila Nanie tak membaca status saya di facebook tentang laptop yang rusak dan menanyakan kepada Daeng Ipul apakah hadiah notebook sudah saya terima, masalah ini tidak terbuka. Dan bila Daeng Ipul tak menindaklanjuti, tak bakalan ada penyelesaian. Sekali lagi, terimakasih kepad Daeng Ipul dan Nanie, terimakasih Anging Mammiri.
  • Satu lagi peran komunitas yang saya rasakan: dukungan dari kawan-kawan blogger setelah saya sharing di 3 komunitas tadi juga berefek cukup dahsyat. Dalam waktu singkat banyak komentar berupa dukungan yang masuk ke blog saya. Yang tak dapat berkomentar di blog, memberi dukungannya melalui kolom komentar di facebook juga di twitter. Sekali lagi terimakasih teman-teman.
  • Jangan anggap remeh blogger. Karena blog pun media. Blog punya kekuatan. Melalui teman-teman blogger dan pembaca, apa yang dituliskan di blog bisa tersebar dengan cepat ke banyak orang. Untung saja karena keterbatasan perangkat saya tak melakukan blog walking. Seandainya saya blog walking ke 100 blog saja, efeknya pasti lebih cetar membahana.
  • Blogger dekat dengan social media. Pejabat dan orang-orang berpengaruh lainnya, saat ini banyak pula yang dekat dengan social media sehingga sebuah kejadian bisa disiarkan dengan lebih cepat dan berefek lebih dahsyat. Masih ingat kan ada politikus yang gerah gara-gara diusili orang di twitter sehingga ia melaporkan akun itu ke polisi?

Satu hikmah kejadian ini, page views blog saya nambah 500-an dalam seharian itu. Saya yakin, setelah kejadian ini, EO itu akan benar-benar hati-hati dalam mengadakan lomba blog karena sudah tahu bahwa blogger – bahkan blogger daerah sekali pun, tak bisa dianggap remeh.

 


About the Author

Mugniar Marakarma
Mom blogger, freelance writer Blog: www.mugniar.com Twitter: @Mugniar E-mail: mugniarmarakarma@gmail.com

2 Comments on "Jangan Anggap Remeh Blogger"

  1. Setuju sekali Mak, jika rezeki tak akan ke mana. Dan langkah positif yang Emak ambil memang dahsyat.

    Selamat yah Mak.

  2. Salut dah buat daeng Mugniar yang pandai mengambil sikap.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*