Bertamasya Keliling Makassar Menggunakan BRT

Transportasi massal di kota Makassar bertambah dengan diresmikannya Busway Trans Mamminasata pada tanggal 11 Maret 2014. Pada tahap uji coba pemerintah menyediakan 7 unit busway yang siap dioperasikan untuk menjadi salah satu alternatif angkutan umum di Makassar.

Berawal dari sebuah diskusi-diskusi kecil bersama kakak-kakak Flock Indonesia (flock), idepun muncul untuk membuat mensosialisasikan transportasi massal BRT Trans Mamminasata ini melalui internet. Ide itupun direspon dengan baik oleh teman-teman Komunitas di media sosial dan forum-forum. Ide untuk mensosialisasikan transportasi massal itu diberi nama #YukTamasya, kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Busway Trans Mamminasata kepada warga Makassar melalui Internet dan juga mengajak kepada peserta untuk bertamasya melihat Makassar dari jendela busway.

BRT Busway Makassar - Blogger Makassar

Kegiatan ini diadakan pada hari Senin, 31 Maret 2014 dengan meeting point di halte BRT Losari. Sesuai dengan waktu berkumpul di meeting point pukul 10.00 Wita, beberapa Komunitas dan warga sudah berkumpul di halte BRT Losari untuk mengikuti tamasya keliling Makassar dengan menggunakan BRT Busway . Adapun komunitas Makassar yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini United Indonesia Makassar (@UtdIndonesiaMKS), Earth Hour Makassar (@EHmakassar), Pengiat Jappa-Jappa App (@phinisidev), Berbagi Nasi Makassar (@berbaginasimks), Kampung Savana (@kampungsavana), Jalan-jalan Seru Makassar (@jalan2seru_mks), Makassar Berkebun (@MksrBerkebun) dan beberapa warga terpanggil untuk ikut mensosialisasikan Transportasi massal kota Makassar ini.

Kami mengambil Rute: Losari – Mall Panakukang – GTC Makassar dan kembali ke halte Losari perjalanan hari itu dengan biaya Rp. 12.000,- 3 kali pengambilan tiket. Awalnya saat pacca menaiki transportasi baru kota Makassar ini disambut dengan sejuknya AC dalam bus dan gema lantunan lagu-lagu indonesia yang keluar dari sound sistem bus. Sayang saja kalau fasilitas senyaman ini tidak dimanfaatkan warga kota ini.

Untuk BRT busway yang pacca tumpangi sistem tempat duduk yang dipakai seperti bus-bus damri pada umumnya, semua kursi penumpang menghadap kedepan. 1 Busway memiliki kapasitas 33 Penumpang. Karena setiap BRT busway memiliki jam untuk berhenti, bus yang Pacca tumpangi bersama beberapa komunitas pun berangkat. “Kita tidak bisa terlalu lama disatu halte dek, takutnya armada lain datang dan terjadi penumpukan busway disatu halte” begitu kata kondekturnya kepada Pacca. BRT Busway pun berangkat mengantar Pacca dan teman-teman melihat Makassar melalui jendelannya.

BRT Busway Makassar - Blogger Makassar 2

Setelah berkeliling Makassar menggunakan BRT Busway, Pacca dan teman-teman komunitas menuju Benteng Rotterdam untuk berdiskusi ringan tentang apa saja tadi yang kami dapat selama berkeliling Makassar. Ada beberapa point penting yang Pacca dapatkan dalam diskusi lepas bersama teman-teman komunitas, point-pointnya sebagai berikut:

  • Tidak adanya aksesbilitas untuk penumpang difabel dalam transportasi massal kota Makassar ini.
  • Kurangnya fasilitas halte dan tidak adanya keterangan-keterangan yang menandakan titik-titik tempat pemberhentian BRT busway Trans Mamminasata.
  • Tidak adanya keterangan dalam busway untuk tujuan titik pemberhentian berikutnya itu menyulitkan penumpang yang berasal dari luar makassar
  • Sebaiknya penjualan tiket dilakukan pada loket-loket di titik pemberhentian, bukannya dilakukan di atas bus. Hal ini untuk memperkecil adanya tindak kecurangan yang terjadi pada kondektur.
  • Penambahan titik pemberhentian pada wisata-wisata di makassar, hal ini berguna bagi penumpang yang datang dari luar makassar yang ingin mengunjugi pusat wisata di makassar
  • Tidak adanya pegangan untuk penumpang yang berdiri.

Transportasi massal di kota Makassar sudah banyak tersedia, tugas kita sebagai warga kota dituntut untuk bijak dalam penggunaannya.


About the Author

Paccarita
Paccarita adalah ikon dari komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri Paccarita adalah anak kecil yang ceria dan senang berbagi banyak hal.

2 Comments on "Bertamasya Keliling Makassar Menggunakan BRT"

  1. wuiiih, makin cakep aja kota daeng.. jadi kangen :'(

  2. Semoga itikad baik Pacca mendapat respon positif dari instansi terkait 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published.


*