10 Perempuan dalam Bingkai Rumata’

Salah satu karya favorit saya. Buku dan lukisan dalam satu bingkai!

Salah satu karya favorit saya. Buku dan lukisan dalam satu bingkai!

22 April pagi itu Rumata’ Artspace, sebuah Rumah Budaya di Makassar tampak lengang. Hanya ada kami sekeluarga yang melihat-lihat pameran seni yang menampilkan karya 10 perempuan. Kira-kira separuh bagian dari bangunan yang didominasi warna abu-abu itu dijadikan galeri yang memajang aneka karya seni.

Pameran bertajuk “Mother. Daughter. Sister. An Endless Conversation” berlangsung dari tanggal 19 April hingga 19 Mei 2014 di sana. Kesepuluh perempuan yang berpartisipasi di sana adalah Anggraini Herman, Citra Ramadhani, Eka Besse Wulandari, Dini R. Hapsari, Ina Waloni, Ni Nyoman Anna Marthanti, Rania Zumadi, Tenri Pakkua Bungawalia, Ulfa Faisal, dan Yulianti Tanyaji.

Di dekat daftar tamu yang mesti diisi oleh setiap pengunjung, terdapat daftar profil kesepuluh perempuan itu. Mereka adalah perempuan dengan usia beragam dan latar belakang berbeda yang aktif berkarya di tengah kesibukan mereka sebagai ibu, atau sebagai anak.

MDS3

Ditata artistik, menjadi galeri seni

Pada dinding, di dekat daftar tamu tertempel tulisan Lily Yulianti Farid, pengagas Rumata’. Saya crop bagian menarik dari pernyataannya, yang patut digarisbawahi, sebagai berikut:

Pameran ini tidak berambisi mengukuhkan keberadaan atau pencapaian mereka di dunia senirupa, seni kriya, ataupun dalam aktivisme akar rumput berbasis komunitas. Sebaliknya, kreativitas dalam ikatan sisterhood – persaudaraan antarperempuan, bahwa setiap perempuan – sebagai individu, memberi kontribusi berarti bagi kehidupan, melalui karyanya. Kesepuluh perempuan ini adalah nama-nama yang disebut dan direkomendasikan sejumlah teman, saat saya melontarkan ide untuk mengadakan pameran bersama sejak dua bulan lalu.

Dari ke-10 perempuan yang berpartisipasi di dalam Mother. Daughter. Sister ini, kita bercermin, bahwa ide di dalam kepala, haruslah dikerjakan. Meski, untuk mewujudkan ide itu, mereka harus bersiasat di tengah kesibukan mereka sebagai ibu, atau harus tetap membuktikan bahwa mereka anak perempuan yang berbakti kepada keluarga.

Beberapa karya seni yang dipamerkan

Beberapa karya seni yang dipamerkan

Walau tak begitu mengerti seni, saya merasa bisa menikmati karya kesepuluh perempuan tersebut. Aneka bentuk seni mulai dari seni lukis, seni etalase, fotografi, dan kerajinan mampu menghibur saya. Rumata’ yang sederhana tapi artistik ditata dengan begitu apik, mampu menampilkan semuanya dengan menarik.

Galeri di Rumata’ ini menunjukkan kepada kita, seperti ini potret perempuan di Makassar sekarang. Kesepuluh nama ini mewakili banyak perempuan aktif zaman sekarang yang tetap aktif bersiasat di tengah kesibukan mereka sebagai ibu, atau harus tetap membuktikan bahwa mereka anak perempuan yang berbakti kepada keluarga.

Karya seni yang menarik dan menghibur

Karya seni yang menarik dan menghibur

Bagi yang belum berkunjung, masih ada waktu. Pameran ini berlangsung dalam kurun tanggal 19 April – 19 Mei. Bertempat di Rumata’ Artspace, Jalan Bontonompo No. 12 A, Gunung Sari, Makassar.

Lokasinya sangat strategis, jaraknya dari Jalan Sultan Alauddin hanya sekitar 30 meter. Masuknya dari jalan yang paling dekat dengan Gedung Juang 45. Amat terjangkau kan?

 

Makassar, 4 Mei 2014


About the Author

Mugniar Marakarma
Mom blogger, freelance writer Blog: www.mugniar.com Twitter: @Mugniar E-mail: mugniarmarakarma@gmail.com

Be the first to comment on "10 Perempuan dalam Bingkai Rumata’"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*