Berkumpul di Halaman Rumah

Pada minggu sore tanggal 13 Juli 2014 Pacca dan beberapa kakak-kakak komunitas lagi berkumpul melakukan diskusi tentang “Kembali ke Halaman” sambil menunggu beduk magrib di halaman rumah Kampung Buku Makassar. Walaupun kegiatannya agak molor, beberapa teman-teman Pacca mengikuti diskusi Halaman sore itu dengan asik.

Pada kesempatan pertama diskusi dibuka oleh teman-teman Makassar Berkebun yang berbagi seputar kegiatan mereka yang lagi gencar mengkampanyekan gerakan “berkebun di halaman rumah”, kakak Indah Ain yang menjabat sebagai Koordinator Makassar berkebun yang menjadi perwakilan langsung sesi diskusi sore itu.

diskusi di halaman rumah
Foto by @lontaraa, @kuadrants dan @fadalays

Gerakan berkebun di halaman rumah adalah sebuah gerakan kecil yang menjadi solusi untuk masalah kurangnya ruang terbuka hijau di kota Makassar, untuk melakukan gerakan besar sebaiknya kita kembali pada diri sendiri dulu, memanfaatkan halaman-halaman rumah untuk berkebun, dalam gerakan itu secara tidak langsung kita sudah ikut berpartisipasi dalam menghijaukan Makassar. Begitu penuturan kakak Indah Ain dalam diskusi ngabuburit sambil berbagi sore itu.

Setelah kakak-kakak Makassar Berkebun berbagi seputar gerakan berkebun di halaman rumahnya, diskusi sore itu pun dilanjut dengan kakak-kakak Komunitas Pecinta Anak Jalanan Makassar (KPAJ) yang diwakili oleh kakak Rahmaniar selaku ketua dari Komunitas yang didirikan 4 tahun yang lalu itu. Kakak Rahmaniar berbagi mengenai sistem mengajar yang dilakukan penggiat KPAJ di halaman Universitas Hasanuddin (Unhas). Sistem mengajar dan bermain di Halaman sangat berguna sekali buat adik-adik pasukan bintang (adik binaan KPAJ). Selain dapat bermain di alam bebas, adik-adik pasukan bintang juga dapat belajar lebih banyak dari alam, walaupun mengatur adik-adik pasukan bintang sangat susah saat belajar dan bermain di halaman, Begitu kata kakak Rahmaniar.

Halaman

Setelah diskusi bersama kakak Komunitas Pecinta Anak Jalanan Makassar, kita masuk dalam sesi diskusi “Kembali ke Halaman”, dalam diskusi kali ini dibawakan oleh kak Liza Marzaman dan kak Anwar Jimpe Rachman.

Dalam KBBI, halaman (h-alam-an) atau alam yakni lingkup yang membentang dan mengelilingi manusia, hewan, dan tumbuhan. Sedang pekarangan (pe-/karang/-an) yakni tempat berkumpul, seperti halnya Batu karang, tempat berkumpulnya ikan-ikan dan kehidupan laut lainnya.

Dalam National Geography September 2012, menurut Osrifoel Oesman, “alam pikiran arsitektur orang indonesia adalah halaman, sedang rumah hanya tempat untuk tidur”. Berdasarkan hal tersebut Hampir semua aktifitas yang dilakukan oleh orang indonesia bertempat di halaman, begitu banyak aktifitas sosial di Indonesia bertempat di Halaman rumah. Di Sulawesi Selatan sendiri, aktifitas masyarakatnya banyak dilakukan di halaman rumah panggung yang menjadi rumah khas Bugis Makassar, dari sisi sosial perempuan dan anak berkumpul, dari sisi produktif masyarakat Bugis Makassar menggunakan halaman rumahnya untuk menjemur hasil panen atau sekedar membuka kios kecil untuk dijadikan tempat berdagang, dan sisi rekreatif masyarakat Bugis Makassar menggunakan halaman rumah panggung mereka untuk tempat bersantai dan bermain.

Halaman dan Kota

Kota yang sehat, mungkin, kota yang dihuni oleh orang-orang yang kerap bertatap muka, begitu kata kak Jimpe. Makassar masih termasuk kota yang sehat, karena warganya masih banyak yang berkumpul untuk sekedar ngobrol atau berdiskusi di beberapa sudut-sudut kotanya. Pertemuan tatap-muka bisa berlangsung di antara warga kota yang hidupnya terpisah-pisah oleh dinding labirin [rumah, kantor, mal].

Untuk saat ini Losari menjadi tempat berkumpulnya banyak warga Makassar disetiap harinya. Berdasarkan hal tersebut kak Jimpe mengidentikkan Losari adalah Halaman rumah dari kota Makassar, ketika halaman tersebut sudah tidak menjadi berkumpulnya warga-warga kota di Makassar, maka halaman rumah kota kita sudah tidak sehat, begitu lanjut penjelasan kak Jimpe dalam sesi diskusi sore itu.

Setelah berdiskusi berat tentang halaman, kegiatan selanjutnya pemutaran film dokumenter “Ring of Fire: An Indonesian Odyssey” dan “Ekspedisi Cengkeh” oleh Dewi Bulan. Ahhh betapa kayanya informasi yang Pacca dapatkan dari diskusi dan film dokumenter hari itu di halaman kampung buku.

Sebelum terlambat mungkin sebagainya kita kembali ke Halaman, menghijaukannya dengan kebun kecil, bermain bersama ponakan, berdiskusi bersama kawan atau sekedar hanya bersantai sore di halaman rumah.

Sampai bertemu lagi di kegiatan Pacca selanjutnya 🙂


About the Author

Paccarita
Paccarita adalah ikon dari komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri Paccarita adalah anak kecil yang ceria dan senang berbagi banyak hal.

1 Comment on "Berkumpul di Halaman Rumah"

  1. Wah seru sekali…ada kenalan komunitas blogger dari sulawesi tengah gak ??

Leave a comment

Your email address will not be published.


*