Menengok ILC di Sinjai

Senja di Pulau Harapan, Sinjai. (foto: daenggassing.com)

Senja di Pulau Harapan, Sinjai. (foto: daenggassing.com)

Untuk ketiga kalinya Pacca dan kakak-kakaknya menginjak tanah Sinjai. Pertama kali setahun yang lalu ketika teman-teman Komunitas Blogger Sinjai menggelar acara FesTIK. Kala itu daeng Ipul tampil sebagai pembicara yang kemudian diikuti beberapa teman yang lain yang menyusul untuk menikmati alam Sinjai, tepatnya di kepulauan Sembilan.

Kali kedua kakaknya Pacca menginjak tanah Sinjai adalah ketika teman-teman Komunitas Blogger Sinjai merayakan ulang tahunnya. Kala itu daeng Ipul dan kakak Made datang sebagai perwakilan Anging Mammiri. Tanggal 13 September kemarin Pacca kembali diwakili oleh kakak-kakak dan mamienya untuk datang ke Sinjai.

Tujuan kali ini adalah acara Indonesia Linux Conference (ILC) ajang berkumpulnya para pengguna Linux dan open source lainnya. Acaranya sebenarnya diadakan sejak hari Jumat tanggal 12 September tapi karena kesibukan, wakil dari Paccarita baru bisa datang keesokan harinya. Tak apalah, yang penting bisa ikut meramaikan acara yang juga didatangi wakil-wakil dari kota lain seperti Kendari, Tegal, Gorontalo, Bekasi, Bima dan lain-lain.

Dari terminal Mallengkeri, wakil Paccarita yang berjumlah lima orang berangkat mulai jam 10 pagi. Sebenarnya hanya 4 orang yang benar-benar wakil Pacca yaitu: daeng Ipul, Mamie, kak Made dan kak Rama. Satu lagi adalah ehem-ehemnya kak Rama, namanya kak Wiki. Hihihi.

Jalur yang ditempuh menuju Sinjai adalah jalur Selatan lewat Kab. Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan masuk ke Sinjai. Jalur ini adalah jalur terjauh dibanding dua jalur lainnya (lewat Malino dan lewat Camba). Meski jauh namun jarak tempuhnya tidak berbeda banyak, soalnya perjalanan lewat jalur Selatan ini tidak melalui jalan yang berliku seperti dua jalur lainnya.

Kurang lebih enam jam kemudian atau sekisar pukul 4 sore rombongan Paccarita tiba di lokasi acara ILC. Kedatangan rombongan bertepatan dengan selesainya acara workshop dan seminar dalam rangkaian acara ILC. Acara selanjutnya memang akan dipindahkan ke pulau Harapan, satu dari sembilan pulau dalam kawasan kepulauan Sembilan, Sinjai.

Setelah beristirahat sejenak, rombongan Pacca berangkat menyusul rombongan lainnya yang sudah berangkat duluan. Rombongan Pacca diseberangkan menggunakan speed boat. Hanya butuh sekisar 30 menit dari dermaga Cappa Ujung ke pulau Harapan, tidak seperti rombongan utama yang harus menempuh waktu 2 jam dengan kapal kayu besar.

Tiba di pulau Harapan, matahari tepat sedang tenggelam. Kakak-kakaknya Pacca tentu saja tidak melewatkan momen indah itu dan mulai berburu sunset. Suasananya betul-betul terasa dramatis dan romantis. Sayang karena ada kakaknya Pacca yang datang sendirian tanpa pasangan. Hiks..

Malamnya, Pacca dan seluruh rombongan dijamu pak Camat. Makanannya? Sea food yang masih segar! Ada ikan, cumi, kerang pokoknya segar karena memang baru diambil dari laut. Semua rombongan makan dengan lahap, bahkan kucing saja sampai iri karena tidak kebagian sisa makanan. Hihihi.

Selepas acara makan-makan, masuklah acara inti yaitu KPLI Meeting. Para peserta berkumpul dan berbagi cerita tentang komunitas mereka. Di acara KPLI Meeting itu juga dibahas tentang waktu dan tempat pelaksanaan ILC berikutnya. Tahun depan Tegal yang jadi tuan rumah dan disusul dengan Kendari setahun kemudian.

Karena kakak-kakaknya Pacca memang hanya datang sebagai penggembira jadi mereka hanya duduk-duduk saja di teras. Ada juga yang berkeliling pulau. Hanya Mamie yang memang salah satu pegiat Linux yang ikut KPLI Meeting.

Ketika pagi akhirnya tiba, beberapa rombongan mulai meninggalkan Pulau Harapan dan kembali ke darat. Kakak-kakaknya Pacca termasuk rombongan yang pulang duluan. Setelah mampir sarapan di warung kopi, kakak-kakaknya Pacca beristirahat sejenak di rumah kakak Ira, anggota Anging Mammiri yang memang berdomisili di Sinjai.

Setelah beristirahat sampai sore selanjutnya kelima kakaknya Pacca diantar kak Ira dan kak Enal (ketua Relawan TIK SulSel) ke Bukit Gojeng. Bukit Gojeng ini adalah area peninggalan purbakala yang terletak di ketinggian. Pemandangan dari Bukit Gojeng lumayan indah, kota Sinjai terlihat dari ketinggian. Bahkan pulau di Kepulauan Sembilan juga terlihat dengan jelas.

Pemandangan dari Bukit Gojeng (foto: daenggassing.com)

Pemandangan dari Bukit Gojeng (foto: daenggassing.com)

Menjelang jam 5 sore, rombongan meninggalkan Bukit Gojeng dan dibawa ke TPI Lappa. Tidak lengkap rasanya kalau mengunjungi Sinjai tanpa mencicipi hidangan sea food di TPI Lappa. Rasanya nikmat pakai banget! Sea food Sinjai memang luar biasa mantap rasanya, apalagi karena ikan dan cuminya dibeli langsung di pelelangan dan langsung dibawa ke tukang bakar ikan di dekat pelelangan.

Setelah perut kenyang dan jam sudah menunjukkan jam 7 malam, rombongan akhirnya meninggalkan Sinjai. Kali ini rutenya adalah lewat Camba. Paccarita dan teman-teman berterima kasih sebanyak-banyaknya untuk teman-teman di Sinjai yang sudah menjamu rombongan dengan sangat murah hati. Sekali lagi Sinjai memang tempat yang menyenangkan.

Selamat buat teman-teman Sinjai yang sudah menyelanggarakan ILC dengan sukses, semoga berikutnya teman-teman Sinjai makin mantap kalau menyelenggarakan acara.

 


About the Author

Paccarita
Paccarita adalah ikon dari komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri Paccarita adalah anak kecil yang ceria dan senang berbagi banyak hal.

Be the first to comment on "Menengok ILC di Sinjai"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*