"/>

AngingMammiri; Kopdar, Ketua dan Blok dalam Blog

Setelah minggu lalu ketua kami Kak Made mempersembahkan tulisan tentang pengalamannya bergabung dengan AngingMammiri, maka kali ini gilirang daeng Ipul –mantan ketua AngingMamiri-yang akan membagikan ceritanya bersama AngingMammiri. Simak yuk, tulisan ini termasuk dalam rangkaian cerita-cerita di #SewinduAM

Ragam Kegiatan AngingMammiri
Ragam Kegiatan AngingMammiri

Saya termasuk terlambat mengenal blog. Ketika orang sudah ramai membicarakannya saya masih sibuk mencari koneksi internet. Ketika akhirnya saya mengenalnya di sekisar tahun 2007, blog sudah demikian populer dan jadi trend setter kala itu. Adalah Hilman Taofani, blogger asal Surabaya (sekarang sudah di Jakarta) yang harus bertanggung jawab sudah membuat saya jatuh cinta pada blog. Lewat beberapa blognya, saya jadi seperti menggali kembali kesukaan masa kecil. Iya, saya memang sudah senang menulis sejak SD meski belakangan sudah tidak pernah saya geluti lagi.

Perkenalan online dengan Hilman membawa saya ke dunia yang baru, dunia blog. Saya akhirnya membuat blog sendiri dan dengan kemampuan seadanya mulai rajin mengisinya dengan tulisan sehari-hari yang kalau saya baca sekarang rasanya lumayan bikin malu. Tapi, itukan proses.

Setelah punya blog langkah berikutnya adalah mencari teman-teman blogger dari area yang sama. Dari Blogfam saya dapat informasi kalau di Makassar sudah ada komunitas blogger, AngingMammiri namanya. Ketika tiba di websitenya (kala itu masih berbentuk forum) saya langsung bergabung, tentu sambil tidak lupa bergabung di mailing list mereka.

Awalnya agak shock karena ternyata mailing list AngingMammiri sangat-sangat riuh dan aktif. Dalam sehari bisa ada puluhan email yang masuk hanya dari satu milis itu saja. Tapi tak mengapa, kecanggungan itu hanya hadir beberapa saat sebelum akhirnya saya mulai bisa menyesuaikan diri dengan teman-teman blogger AngingMammiri. Salah seorang yang akrab dengan saya dan menerima saya dengan hangat adalah Daeng Rusle, bapak empat anak yang sekarang bermukim di Abu Dhabi. Dia juga saya dapuk sebagai salah satu guru saya dalam dunia blogging.

Kopdar pertama saya dengan teman-teman AngingMammiri terjadi di pertengahan bulan Juni 2007. Kala itu mereka menggelar acara Blog For Life di Panakkukang Trade Center yang sekarang sudah jadi Hotel Swiss Belin. Kesan pertama tentu saja kaku, maklum ini kali pertama saya berinteraksi secara offline dengan mereka.

Tapi itu hanya awal.

Kopdar pertama membuat saya makin dekat dengan teman-teman AngingMammiri. Selang 5 bulan kemudian saya sudah ikut sibuk sebagai panitia dalam acara ulang tahun pertama AngingMammiri. Bukan hanya sebagai panitia tapi sudah ikut jadi moderator dalam satu sesi talk show. Karir saya begitu cepat melejit di komunitas ini, hahaha.

Tapi memang benar, karir saya di AngingMammiri lumayan cepat melejit. Tahun 2010 saya didapuk jadi ketua kedua AngingMammiri menggantikan Rara yang mulai sibuk sebagai chairwoman Pesta Blogger 2010 (belakangan dia kemudian pindah ke Jakarta). Awalnya tentu saja saya menolak, karena kesibukan pekerjaan dan keluarga, saya sebenarnya tidak terlalu aktif membantu jalannya roda komunitas ini. Tapi rupanya saya sudah benar-benar mencintai komunitas ini sampai saya tidak tega menolak permintaan teman-teman untuk memikul tanggung jawab sebagai ketua komunitas.

Dan akhirnya saya benar-benar jadi ketua komunitas AngingMammiri.

Mau tidak mau saya harus lebih aktif, jauh lebih aktif dari sebelumnya. Keaktifan di komunitas ini juga membuka mata saya pada hal-hal yang dulu tak terpikirkan.  Selain membuka jaringan dengan teman-teman dari komunitas blogger dari kota-kota yang lain, mata saya juga terbuka melihat kesan kalau dalam dunia blogshpere ternyata juga ada blok-blok.

Ternyata para periode 2008 sampai sekisar 2011, blok dalam dunia blog di Indonesia itu ada. Memang tidak nyata dan tidak pernah diproklamirkan, tapi di belakang layar gesekan-gesekan, suara sumbang dan sindir-sindiran memang nyata adanya. Ibaratnya ini api dalam sekam, tak tampak tapi siap membesar kapan saja.

Aktif sebagai ketua komunitas membuat saya harus menyerap banyak informasi dari teman-teman yang sudah lebih senior di dunia blogsphere. Entah berapa jam yang sudah dihabiskan hanya untuk mengobrolkan tentang blok-blokan ini plus tentu saja berbagi gosip terkini tentang dunia blogsphere.

Dan waktu terus bergulir.

Sampai akhirnya semua gosip, perbedaan, gesekan dan apapun itu namanya perlahan jadi kabur dengan sendirinya. Blog sudah mulai memasuki masa kurva menurun, tidak lagi sepopuler dulu. Satu persatu blogger yang dulu aktif mulai lupa kapan terakhir kali menulis postingan, beberapa bahkan sudah ada yang sama sekali berhenti ngeblog. Blog kalah oleh derasnya Facebook dan belakangan oleh Twitter. Fenomena itu juga meluruhkan semua blok-blokan yang pernah ada. Tidak ada lagi gunanya membuat blok-blok kalau toh pelakunya juga sudah tidak terlalu aktif.

Tujuh tahun setelah pertama kali ngeblog, alhamdulillah saya masih ngeblog. Beberapa orang bahkan menganggap saya blogger yang aktif. Saya melakukannya karena bagi saya blog sudah jadi bagian hidup, sudah jadi satu hal yang mengubah jalan hidup saya. Saya beruntung karena dulu mengenal Hilman Taofani, orang yang jadi pintu saya mengenal blog. Saya juga beruntung karena mengenal komunitas AngingMammiri, komunitas yang pernah percaya kalau saya bisa jadi nakhoda mereka.

Tujuh tahun bergaul dengan AngingMammiri membuat saya tumbuh jadi blogger yang jauh lebih baik dari ketika pertama kali ngeblog dengan asal-asalan. Di komunitas ini saya belajar banyak hal, belajar tentang bagaimana menjadi blogger yang baik, belajar bagaimana memikul tanggung jawab dan tanpa disadari saya juga belajar tentang kehidupan. Di komunitas inipun saya bertemu seseorang yang jadi tumpuan saya ketika saya begitu terpuruk, seseorang yang menjadi penguat saya hingga sekarang.

Tujuh tahun lalu saya memulai dengan satu blog sederhana yang sekarang sudah almarhum. Sekarang saya sudah bisa membanggakan diri pernah menjadi ketua salah satu komunitas blogger terbesar di luar Jawa, membanggakan diri masih menjadi anggota komunitas blogger yang masih aktif ini. Tentang semua blok-blokan dalam dunia blogging yang dulu pernah saya lihat sendiri, sekarang saya hanya menertawainya. Sebuah proses yang kala itu memang tidak bisa dihindari.

Terima kasih untuk semua yang telah dijalani selama ini. Saya mencintai semua prosesnya.

[Daeng Ipul, pernah menjadi ketua ketua AngingMammiri dari tahun 2010 sampai 2013. Beliau aktif di media sosial dan mengelola blog pribadinya di daenggassing.com. Untuk berkenalan lebih lanjut silakan menghubungi via email di ipul.ji@gmail.com atau colek di Facebook Daeng Ipul dan di Twitter dengan akun @ipulgs]


Leave a Reply