"/>

Dari Selembar Baju Hingga Kepercayaan Besar

Paraikatte sekalian, sebagai rangkaian peringatan ulang tahun Sewindu AngingMammiri maka mulai hari ini (5 Oktober 2014) kita akan menampilkan beragam catatan dari awak AngingMammiri atau mereka yang jadi bagian dari komunitas ini. Catatan yang kami tampilkan di website ini adalah catatan tentang bagaimana mereka bisa tercemplung dalam komunitas AngingMammiri dan apa yang mereka rasakan selama bergabung dengan komunitas ini.

Sebagai tulisan pembuka, ketua kami kak Ahmad MA atau akrab disapa kak Made membagikan cerita tentang awal bergabungnya dia dengan Anging Mammiri hingga saat ketika dia mendapatkan kepercayaan besar mengemban tugas sebagai ketua. Mari kita simak sama-sama.

 

Saya (kedua dari kanan) di ulang tahun ketiga Anging Mammiri, 2009
Saya (kedua dari kanan) di ulang tahun ketiga Anging Mammiri, 2009

Dulu mempunyai sebuah website pribadi adalah sebuah hal yang sangat membanggakan. Yah itu dulu, dulu sekali. Sekitar awal tahun 2000 saya merasakan ingin sekali mempunyai sebuah alamat situs pribadi dengan tulisan tangan saya sendiri di dalamnya. Hal tersebut baru terealisasi saat tahun 2007, masih sangat jelas di ingatan ketika berkunjung kesebuah akun Friendster seorang kawan, ia sengaja meletakan alamat blog pribadinya pada jejaring pertemanan yang saat ini sudah jadi situs game online tersebut.

Mulai dari situlah saya mengenal blog, bagaikan seorang anak kecil yang mendapatkan mainan baru, siang malam yang saya lakukan adalah mempelajari dan membongkar-bongkar tampilan blog yang baru saja saya buat. Mengisi blog dengan postingan-postingan yang ditulis dengan seadanya adalah sebuah rutinitas baru yang saya lakukan setiap harinya, sambil sekali-kali mengunjungi hingga berkomentar di blog-blog orang lain dan berharap mereka melakukan hal yang sama terhadap blog saya. Yah begitulah romantisme saat pertama kali mengenal blog.

***

Setelah romantisme yang sering saya lakukan pada blog pribadi saya, hingga akhirnya di suatu kesempatan saya mendapatkan informasi adanya sebuah Komunitas Blogger yang bertempat di kota Makassar. Setelah mencari tahu akhirnya saya mendapatkan situs dari Komunitas tersebut: angingmammiri.org,  sebuah portal komunitas ber-CMS joomla saat itu (saat ini sudah memakai wordpress). Dari portal itulah banyak informasi-informasi yang saya kumpulkan, hingga sampai pada sebuah info kopi darat (kopdar) yang ingin dilaksanakan komunitas tersebut.

Sebagaimana yang biasa kita rasakan saat ingin kumpul bersama orang-orang baru, ada perasaan canggung dan malu yang sangat besar menyelimuti. Tapi saat itu, awal tahun 2008 teman-teman di Komunitas Blogger Makassar melakukan penjualan baju untuk membiayai kegiatan komunitas blogger tanah daeng tersebut, dari bekal itulah pintu saya untuk melakukan kopdar pertama kalinya besama teman-teman blogger Makassar.

***

Bunyi SMS berdering, “Besok sore kita kopdar yah, sekalian yang pesan baju bisa diambil di acara kopdar. Lokasi kopdar kumpul anjungan pantai losari” begitu kurang lebih isi pesan singkat yang saya terima dari dari teman-teman Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri, mereka memberitahukan merencanakan kopdar yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan komunitas tersebut.

Selepas pulang dari kantor, sore itu saya mendatangi lokasi kopdar yang telah disampaikan oleh pengurus Komunitas Blogger AngingMammiri sedari kemarin siang. Sambil menikmati senja yang perlahan tenggelam di Losari dengan hiasan semburat langit bergradasi ungu, merah jambu dan jingga, saya pun mencari rombongan salah satu Komunitas tertua itu di lokasi dan menelpon penanggung jawab kopdar sore itu.

“Hallo, di bagian mana’ki kumpul ?, saya sudah ada di lokasi” dengan logat khas Makassar saya memulai percakapan dalam telpon. Suara perempuan menjawab dengan logat yang sama, “ohh ada’ki ini di dekat pohon-pohon tempat duduk, ini ada teman yang melampaikan tangan ke atas, kita liat’ji”. Saya pun melihat seorang lelaki melampaikan tangan sambil mengenakan helm besar di kepalanya, mungkin orang ini yang dimaksud perempuan dalam telpon tadi, setelah menghampiri ternyata sudah ada beberapa orang yang berkumpul dan menunggu peserta kopdar lain yang datang.

Ada sebuah hal yang unik saat pertama kali berkenalan dengan teman-teman blogger saat itu. Selain memperkenalkan nama, kami pun menyebutkan alamat blog yang sepertinya sudah menjadi identitas kedua bagi seorang blogger. Memang sebagian dari blogger saat itu sudah sering melakukan interaksi di dunia maya melalui blog, tapi kami belum pernah bertemu langsung di dunia nyata, kopdar lah yang menjadi jembatan pertemuan dunia maya ke dunia nyata.

Oh iya, perempuan yang menelpon saya saat pertama kali itu adalah Sayap Bidadari (nanie), sedang lelaki yang melambaikan tangan dengan helm besar di kepalanya itu adalah Mustamar, satu-satunya Prof. sampai saat ini di Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri.

***

Memikul sebuah Kepercayaan Besar

Kehidupan itu penuh dengan misteri, sepertinya itu pun terjadi pada tanggal 25 November 2013, entah berdasarkan pertimbangan apa sehingga teman-teman di Paccarita memilih saya melanjutkan tongkat ketua dari salah satu komunitas blogger tertua di Indonesia itu. Sampai dengan saat saya menulis artikel ini saya masih tidak percaya ternyata saat ini saya memikul banyak kepercayaan yang begitu besar untuk melanjutkan komunitas ini untuk tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang, sebagai mana yang dulu dilakukan oleh Rara dan Daeng Ipul saat memimpin Komunitas ini hingga dikenal halayak banyak.

Saya sangat percaya bahwa kehidupan adalah sebuah proses, pun saat setahun terakhir ini sangat banyak proses-proses tidak biasa yang saya dapatkan dalam menakhodai AM. Kurangnya pengetahuan yang saya pahami saat menjadi nakhoda baru menuntun saya harus mencari tahu sendiri, sebagai nakhoda yang belum piawai saya harus belajar mambaca mata angin, belajar membaca peta, hingga belajar mengendalikan diri sendiri untuk mengantar para awak dan penumpang sampai dengan selamat di tujuannya.

Ketika mendapat amanah di ulang tahun ke-7 Anging Mammiri, 2014.

Saat memikul beban yang sangat berat itu saya mensyukuri di kelilingi oleh keluarga yang luar biasa, keluarga yang juga memikirkan perahu itu akan sampai ke dermaga tujuannya, keluarga yang tanpa mengenal materi memberikan pengetahuan yang tidak penah saya dapatkan di perguruan tinggi mana pun di dunia ini, yah sebuah keluarga yang mempunyai semangat yang sangat besar membawa komunitas ini tetap bernafas dan berguna bagi banyak orang, saya banyak belajar dari keluarga besar saya itu, banyak sekali. Dari dukungan dan kepercayaan merekalah semangat untuk terus membawa perahu ini ketujuannya semakin besar.

Masih teringat enam tahun yang lalu, melalui selembar baju saya bergabung di Komunitas yang sekarang ini menjadi rumah saya untuk pulang, melalui selembar baju saya banyak belajar kehidupan dan semangat maju. Kelak ketika sudah beruban, cerita ini akan saya keluarkan dari lemari ingatan dan menceritakannya kepada anak dan cucu tentang begitu besarnya pengaruh semangat kekeluargaan dalam sebuah komunitas.

[Ahmad MA atau akrab disapa Made adalah blogger pada bebmen.com, sejak 2013 dipercaya sebagai ketua komunitas AngingMammiri ketiga menggantikan daeng iPul. Kak Made dapat dihubungi lewat email di alamat: lontara@gmail.com atau di akun twitternya @lontaraa atau di akun Facebooknya: Om Made]
 
———————————————————————–
Kakak-kakak yang mungkin punya cerita yang sama dan ingin berbagi, silakan posting di blog masing-masing dan berikan linknya di kolom komentar di bawah. Kami akan memohon ijin untuk menyalin tulisan kakak-kakak dan menaruhnya di website AngingMammiri.

2 Comments

  1. iQko October 6, 2014
    • Paccarita October 6, 2014

Leave a Reply