Tudang Sipulung; Mendokumentasikan Perjalanan

Suasana TSAM

Suasana TSAM

Traveling atau jalan-jalan menjadi sebuah kegiatan yang makin jamak dilakukan oleh orang sekarang, bukan lagi menjadi kebiasaan orang kaya saja tapi hampir semua orang bisa melakukannya sepanjang mereka memang mau. Jalan-jalan bahkan sudah menjadi mata pencaharian bagi beberapa orang, mereka adalah orang-orang yang berhasil mendokumentasikan perjalanannya sehingga menarik minat media maupun pengusaha perjalanan untuk merekrut mereka.

Karena alasan-alasan itulah Anging Mammiri kemudian menggelar acara rutin yang bernama Tudang Sipulung dengan tema: mendokumentasikan perjalanan. Di acara yang digelar tanggal 28 Desember 2014 di Kedai Pojok Adhyaksa itu, Anging Mammiri mengundang 3 orang pembicara. Mereka adalah daeng Ipul (pemilik daenggassing.com), Ragil Duta (fotografer dan blogger) serta kak Achi (videografer).

Acara dibuka dengan sharing dari daeng Ipul. Dalam sharingnya blogger yang juga kerap menuliskan perjalanannya itu membagi alasan serta tips dan trik menulis perjalanan. Menurutnya perjalanan penting untuk didokumentasikan karena selain sebagai pengingat juga bisa menjadi salah satu cara untuk mendatangkan penghasilan. Di akhir presentasinya daeng Ipul menekankan pentingnya menambahkan video atau foto di dokumentasi perjalanan.

Setelah daeng Ipul ada mas Ragil Duta yang dapta giliran berbagi. Mas Ragil ini adalah seorang fotografer yang kebetulan sedang berlibur di Makassar dan mau saja ketika diculik untuk mengisi Tudang Sipulung.

Dalam presentasinya mas Ragil banyak memberikan contoh foto-foto perjalanan yang dia buat, intinya menurut mas Ragil foto perjalanan itu butuh kepekaan untuk menangkap momen dan mengatur komposisi. Menurut mas Ragil, alat yang digunakan bukanlah jaminan untuk bisa menghasilkan foto yang bagus karena semua dikembalikan kepada rasa atau kepekaan si pemotret.

Berbagi di TSAM

Berbagi di TSAM

Sesi terakhir diisi dengan sharing dari kak Achi. Sebagai orang yang sedang menggeluti dunia videografi khususnya video perjalanan kak Achi banyak berbagi tentang tips dan trik dalam membuat video perjalanan. Menurut kak Achi, video perjalanan sebaiknya jangan lebih dari 5 menit agar penonton tidak bosan karena video perjalanan biasanya dibuat dalam bentuk dokumentasi yang tidak mengikutkan narasi. Berbeda dengan video reportase yang mengikutkan narasi sehingga biasanya memang berdurasi panjang seperti yang bisa kita saksikan di acara-acara televisi.

Setelah sesi sharing dari ketiga pembicara acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Dalam sesi tanya jawab ada banyak sekali ilmu baru yang dibagikan oleh ketiga pembicara termasuk diskusi ringan tentang etika dalam mengambil gambar atau mengambil video.

Acara Tudang Sipulung malam itu diramaikan oleh banyak teman-teman pejalan, utamanya dari komunitas Pajappa. Semoga apa yang didapatkan malam itu bisa menambah berguna untuk perjalanan-perjalanan berikutnya.

Sampai ketemu di Tudang Sipulung berikutnya!


About the Author

Paccarita
Paccarita adalah ikon dari komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri Paccarita adalah anak kecil yang ceria dan senang berbagi banyak hal.

Be the first to comment on "Tudang Sipulung; Mendokumentasikan Perjalanan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*