Apakah Vlog Adalah Masa Depan Blog?

Foto bersama

Foto bersama

Sabtu 5 Nopember 2016, bertempat di Kedai Pojok Adhyaksa, komunitas Makassar; Anging Mammiri kembali menggelar acara bulanan yang bertajuk Tudang Sipulung. Tudang Sipulung kali ini lebih spesial karena merupakan rangkaian dari  peringatan sepuluh tahun Anging Mammiri. Tema yang dipilih pun tidak jauh-jauh dari tema dunia blogging yaitu; Vlog, Masa Depan Blog?

Tema ini diangkat melihat makin maraknya vlog yang menghiasi dunia maya dalam dua tahun belakangan ini. Muncul pertanyaan, apakah memang suatu hari nanti vlog benar-benar akan menggantikan blog? Apakah blog akan tenggelam dan orang-orang akan beralih ke vlog?

Tampil sebagai pembicara malam itu adalah Saldi Ali, seorang vlogger Makassar yang memulai “karir”-nya dari komunitas Makassar Vidgram, komunitas yang rajin membuat video untuk konsumsi Instagram. Saldi kemudian pindah ke YouTube dan mulai membuat vlog. Channelnya bisa dilihat di sini.

Pembicara kedua malam itu adalah Daeng Ipul, blogger dari kota Makassar yang juga pernah menjadi ketua komunitas Anging Mammiri tahun 2010-2013. Tiga bulan belakangan ini dia mengaku sedang memulai kegiatan baru menjadi seorang vlogger juga selain tetap aktif ngeblog. Channelnya bisa dilihat di sini.

Sebagai moderator dipilihlah Iyan, seorang blogger yang juga aktif membuat video-video singkat di Instagam.

Suasana Tudang Sipulung

Suasana Tudang Sipulung

Suasana Tudang Sipulung

Suasana Tudang Sipulung

Tips dan Trik Nge-Vlog

Acara malam itu dibuka dengan penuturan oleh Saldi Ali. Pria yang sedang menyelesaikan kuliahnya ini menceritakan secara singkat tentang apa itu vlog dan bagaimana membuat vlog yang bagus.

“Rajin berbicara di depan kamera, jangan malu dan jangan menyerah serta terus mencoba,” begitu saran yang diberikan oleh Saldi untuk mereka yang ingin mencoba nge-vlog.

Selain itu Saldi juga memberikan tips apa-apa saja yang dipersiapka sebelum memulai membuat vlog. Paling utama adalah persiapan skrip atau jalan cerita dari vlog itu sendiri. Setelah proses pengambilan gambar, hal penting lainnya adalah proses editing atau yang dia sebut sebagai cut to cut. Pilihnya hanya gambar yang sesuai dengan tema, buang yang tidak perlu. Vlog sangat bergantung pada durasi, tak perlulah membuat vlog dengan durasi yang panjang karena bisa saja membuat penonton bosan.

Lalu hal lain yang digarisbawahi oleh Saldi adalah musik latar. Saldi sendiri mengaku menghabiskan banyak waktu untuk mencari musik latar yang pas dengan mood videonya. Bahkan terkadang dia menghabiskan satu hari penuh hanya untuk mendengarkan musik yang dirasanya pas untuk videonya. Ini dilakukan agar bisa menemukan feel yang tepat saat proses editing video.

Suasana Tudang Sipulung

Suasana Tudang Sipulung

Suasana Tudang Sipulung

Suasana Tudang Sipulung

Perkembangan Vlog

Setelah Saldi, naiklah Daeng Ipul. Lewat slide-nya, Daeng Ipul memberikan penjelasan singkat tentang apa itu vlog dan kenapa vlog berkembang pesat dalam dua tahun terakhir ini di Indonesia. Menurutnya, vlog atau video blog sejatinya sudah ada sejak awal tahun 2000-an di Amerika Serikat, lalu berkembang pesat sejak pertangahan 2000an ketika Yahoo meluncurkan layanan video. Perkembangannya semakin pesat sejak YouTube lahir. Namun, di Indonesia sendiri vlog baru berkembang sejak 2014.

Menurut Daeng Ipul, ini dipengaruhi oleh infrastruktur internet di Indonesia. Vlog yang butuh banyak kuota internet tentu susah diakses ketika infrastruktur internet di Indonesia masih payah, namun seiring dengan semakin membaiknya infrastruktur internet di Indonesia, vlog pun mulai berkembang pesat.

Menurutnya lagi, ada kerancuan tentang definis vlog di Indonesia. Sebagian besar orang masih menganggap kalau vlog itu harus menampilkan wajah dan merekam aktivitas sehari-hari. Padahal menurut Daeng Ipul, tidak harus juga seperti itu. Vlog seperti juga blog, ada yang memang merekam keseharian, ada juga yang berbentuk review, tips dan trik atau tutorial. Jenis-jenis itu tidak harus menampakkan wajah dan tidak juga harus merekam aktivitas keseharian.

Memang genre daily vlog yang merekam keseharian adalah salah satu genre yang paling banyak penontonnya. Sayangnya, genre ini menurut Daeng Ipul adalah genre yang tantangannya paling berat. Alasannya, kita bukan siapa-siapa dan ketika kita belum cukup terkenal maka tentu saja sangat sedikit orang yang mau melihat aktivitas kita. Istilahnya, orang akan bilang; memangnya kamu siapa?

Apakah Vlog Akan Menggantikan Blog?

Ini adalah pertanyaan penting yang hadir malam itu. Sebagai seorang blogger yang juga mulai menjadi vlogger, Daeng Ipul berpendapat kalau itu bisa saja terjadi, tapi tidak dalam waktu dekat. Alasannya, para digital native atau anak-anak yang lahir di jaman internet lebih akrab dengan konten video daripada sekadar tulisan dan foto saja. Dua puluh tahun dari sekarang ketika mereka sudah lebih dewasa maka mereka bisa jadi akan menggunakan video sebagai media pilihan mereka untuk berekspresi.

Menurut Daeng Ipul lagi, sebagai seorang blogger kita seharusnya bisa juga mengikuti tren dan menggunakan vlog untuk memperkuat postingan kita. Sebuah postingan yang berisi tulisan, foto dan video tentu akan menjadi lebih kuat daripada sekadar tulisan dan foto saja. Karenanya, Daeng Ipul menyarankan para blogger untuk mulai belajar membuat vlog.

Vlog memang punya kerumitan tersendiri dibandingkan blog karena; persiapannya lebih banyak dan panjang, proses pembuatannya lebih panjang, butuh kuota internet lebih banyak. Namun, menurut Daeng Ipul perkembangan teknologi yang semakin maju bisa menyederhanakan semua itu, plus sebagai sesuatu yang baru nge-vlog bisa sangat mengasyikkan meski berisiko membuat blogger menjadi malas posting karena sibuk dengan hal baru tersebut.

Di sisi lain Daeng Ipul juga mengungkapkan kalau blogger sebenarnya punya pondasi lebih kuat jika ingin menjadi vlogger. Alasannya; blogger sudah terbiasa menulis dengan logika yang runut, dan ini jadi modal besar untuk membuat skrip sebuah vlog.

Acara hari itu diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari ketua panitia 10 Tahun Anging Mammiri; Tari Artika kepada dua narasumber dan moderator. Setelahnya, semua peserta bersama pemateri berfoto bersama.


About the Author

Paccarita
Paccarita adalah ikon dari komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri Paccarita adalah anak kecil yang ceria dan senang berbagi banyak hal.

5 Comments on "Apakah Vlog Adalah Masa Depan Blog?"

  1. wah berarti harus pindah haluan ke youtube gini mah 😀 biar ga ketinggalan hehe

  2. Kayaknya gak deh, karena beberapa orang akan selalu berhemat kouta :v

  3. Saya sependapat vlog akan menjadi masa depan blog, karna saat ini para blogger mulai memanfaatkan youtube untuk membuat vlog.. Oia, Angingmammiri.org punya channel youtube ya?

  4. Betul sekali, kebanyakan sekarang yang nonton video dari pada tulisan dan foto saja

  5. saya kira vlog tidak akan menggantikan blog, karena passionnya memang berbeda. Lagipula blog memiliki banyak niche yang tidak semuanya bisa di videokan. Namun bila bisa dikombinasi dengan video akan lebih bagus, karena bisa meningkatkan seo blog kita.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*