Apang Bugis Merajalela di Makassar

Apang Bugis Merajalela di Makassar

Pasti masih pada ingat dengan es kepal milo, indomie donat dan jajanan hits lainnya. Belakangan ini, ada satu kue jajanan Sulawesi yang lagi hits. Saking hitsnya, kalian bisa menjumpainya hampir di sepanjang jalan di Kota Makassar. Bentuknya mirip bola kecil sekepalan tangan dan berwarna cokelat karena warna dari gula merah.

Yup, namanya Apang Bugis.
Mari kita simak tuntas si Apang Bugis.

Sejarah Apang Bugis

Apang Bugis dikenal sejak tahun 60-an. Apang Bugis bisa ditemui pada upacara penting yang digelar di perkampungan Bugis. Awalnya dijadikan sesajian dalam prosesi sakral.

Apang Bugis memiliki makna yang dalam yakni harapan akan kehidupan tentram dan aman. Salah satu prosesi ritual bugis adalah Menre’ Bola (masuk rumah). Dalam acara ini, Apang Bugis akan hadir menemani tuan rumah dan tamu yang datang. Hal ini dulunya dipercaya merupakan acara untuk meminta perlindunngan dan keselamatan selama rumah tersebut dihuni agar terhindar dari gangguan roh jahat.

Tapi, seiring perkembangan jaman, Apang Bugis kini bisa dinikmati kapanpun dan dimanapun. Apang Bugis semakin mudah untuk ditemukan diberbagai atau diantara jajanan kue lainnya.

Bisa Beli Dimana?

Kalian bisa membeli Apang Bugis hampir di seluruh pinggir jalan di Kota Makassar. Mulai dari Jalan Daeng Tata, Jalan Mannuruki, Jalan Tabaria, Jalan Cendrawasih hingga Jalan Mappaoddang. Namun, kadang kalian harus bersabar untuk mengantri sebab satu tempat bisa sangat ramai oleh pelanggan.

Biasanya, penjual berada di sebuah tempat kecil di pinggir jalan dengan spanduk tertulis besar di depannya Apang Bugis Khas Pinrang atau Apang Bugis Khas Sidrap. Biasanya juga ada dua jenis Apang Bugis yang berbeda yaitu Apang Bugis Pinrang dan Apang Bugis Sidrap.

Keduanya sebenarnya sama-sama enak dan tidak ada perbedaan yang mencolok dari keduanya. Hanya saja, menurut saya, Apang Pinrang lebih terasa karena menggunakan gula aren. Soal harga, keduanya sama kok.

Harganya Berapa?

Kalau dilihat dari harga, Apang Bugis sangat terjangkau. Dengan uang 10 Ribu Rupiah, kalian sudah bisa menikmati kehangatan 10 biji Apang Bugis bersama parutan kelapa. Sangat terjangkau bukan? Kemasan Apang-nya menggunakan plastik atau stereofoam, kemudian kelapanya dipisahkan ke dalam plastik lain sehingga kalian bisa memilih bagaimana cara menikmati Apang Bugis ini.

Apakah dengan cara Apang Bugis dicocol dengan kelapa parut, atau dengan cara Apang Bugis dicampur langsung dengan kelapa parutnya, ini tergantung selera kalian masing-masing.

Waktu Paling Enak Menikmati Apang Bugis?

Mencicipi Apang Bugis sebenarnya bisa kapanpun. Mulai dari pagi hari sebagai sarapan yang ditemani segelas teh atau kopi, hingga malam hari ketika perut butuh sesuatu sebagai pengganjal lapar tengah malam. Intinya, selama Apangnya masih hangat diangkat dari oven, kapanpun waktu kalian untuk memakannya, akan selalu enak.

Berapa Lama Bisa Bertahan?

Seperti yang disampaikan pada kalimat sebelumnya bahwa waktu menikmati Apang Bugis adalah ketika masih dalam keadaan hangat. Berbicara soal ketahanan, Apang Bugis bisa bertahan hingga 24 jam di ruangan terbuka dengan suhu ruangan. Namun, kelapanya akan lebih cepat basi. Sebagai solusi, kalian bisa membeli ekstra kelapa parut di pasar jika Apang Bugisnya masih tersisa.

Akankah Apang Bugis bernasib sama seperti kuliner hits lainnya? Seperti es kepal milo yang hanya bertahan beberapa bulan, kemudian tergantikan oleh indomie donat atau bahkan Apang Bugis akan bertahan hingga akhir tahun 2019?

Menurut kalian, akankah ada jajanan kue Bugis lainnya yang akan menggantikan posisi Apang Bugis ini? Berikan komentarmu di bawah.

Tulisan Dibuat Oleh : Fahril
Blog : fortherealdaily.wordpress.com/


About the Author

Paccarita
Paccarita adalah ikon dari komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri Paccarita adalah anak kecil yang ceria dan senang berbagi banyak hal.

Be the first to comment on "Apang Bugis Merajalela di Makassar"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*