Cardless Contactless cashless
Artikel,  Umum

Mengenal Perilaku Cashless, Cardless, dan Contactless

Mengenal Perilaku Cashless, Cardless, dan Contactless – Pak Yuswohady – penulis buku Millennials Kill Everything menjadi salah satu nara sumber pada webinar bertajuk Millennials Cashless Habit yang berlangsung pada tanggal 27 Januari lalu. Saya menjadi salah satu peserta Bersama beberapa teman bloger Makassar.

Let’s Go Digital!

Menariknya, Pak Yuswo membeberkan bahwa pada era “go digital” sekarang ini ada 5 trend, yaitu:

  • Go virtual, pengaruh kepada cashless, contactless. Bekerja, belajar, menikmati entertainment, berobat, juga beribadah secara go virtual. Demikian pula berkomunikasi dengan customer care, kita berkomunikasi dengan operator atau asisten virtual.
  • Go digiwhere (digital everywhere), apa-apa pakai aplikasi pada jaman now. Mulai dari belanja, bayar-bayar, hingga nonton, bisa kita lakukan melalui aplikasi, dengan menginstalasinya pada handphone.
  • Go contactless, semakin tidak kontak dengan yang lain. Hal ini dipercepat dengan adanya pandemi karena orang-orang berusaha meminimalkan kontak dengan orang lain.
  • Go omni, kantor cabang nantinya akan berkurang banyak. Ending-nya nantinya kantor cabang berfungsi untuk transaksi besar – konsumen besar. Kantor cabang nanti formatnya digital brands, persentuhan semakin sedikit. Bisa jadi ke depannya menjadi lifestyle center, kafe, tidak sefungsional seperti sekarang.
  • Go confidential, privasi data kita menjadi makin penting. Konsumen semakin sensitif terhadap data sensitif. Para penyelenggara aplikasi digital dituntut untuk makin peduli dengan hal ini.

Managing Partner pada Inventure – sebuah consulting firm yang juga telah menulis sekira 50 buku pemasaran dan manajemen ini menyampaikan hasil survei mengenai kondisi cashless society di Indonesia. Dengan adanya pandemic, pembayaran secara cashless, cardless, dan contactless menjadi prioritas, disetujui oleh 63% responden. Angka ini sangat signifikan menunjukkan kecenderungan konsumen yang mengarah kepada pola cashless, cardless, dan contactless.

Pada tahun 2019 Pak Yuswo menulis buku berjudul Millennials Kill Everything. Disebutkan olehnya bahwa milenial adalah “pembunuh berdarah dingin” pada bidang industri dan produk. Salah satunya adalah cara pembayaran dengan cash.

Yang lainnya adalah home cooking karena emak-emak milenial saat itu banyak yang jadi entrepreneur dan pekerja kantoran sehingga tidak masak di dapur – lebih banyak memesan makanan melalui aplikasi ojek online, tidak terlatih memasak sehingga keterampilan masak bisa punah.

Lalu kemudian pada tahun 2020 pandemi datang. Yang awalnya tidak masak di rumah maka emak milenial Kembali ke rumah dan menghidupkan dapurnya untuk menjaga Kesehatan keluarga.

Mundur lagi sedikit, milenial juga “membunuh” kartu kredit dan kartu debet. Milenial tak ingin membawa kartu-kartu seperti generasi X yang bangga dengan banyaknya kartu dalam dompet karena milenial bisa menggantikan transaksi kartu dengan ponselnya saja. Bayar apapun via HP makanya dompet menjadi salah satu yang dibunuh juga. Kartu nama pun “dibunuh”, digantikan dengan “kartu nama” di Instagram dan media sosial lainnya.

3 Hal yang Menjadi Tren Masa Depan

Pak Yuswohady menyampaikan tren ke depan nanti mengenai 3 hal berikut ini …

Touchless

Pandemi covid-19 ini juga mengakselerasi era touchless selain cardless karena menghindari persentuhan untuk memperkecil kemungkinan terinfeksi virus corona. Era touchless society sudah mulai kita masuki.

QR code menjadi “the new pin code” sekarang ini. Dua dimensi bar code ini akan menjadi sangat krusial. Dengan QR code, semuanya bisa dijalankan. Misalnya saat ke restoran. Mau cari menu, pindai dengan QR code. Restoran di Jakarta sekarang banyak yang memberikan menu dengan QR code. Pengunjung cukup mengarahkan smartphone-nya ke arah kode. Hal ini menjadi salah satu cara menjalankan protokol kesehatan untuk menjaga jarak dan meminimalkan persentuhan. Kode QR tentunya dipakai juga Ketika bertransaksi melakukan pembayaran.

Saya yang dari generasi X saja menikmati transaksi dengan cara scanning kode QR ini apalagi pas ada promo dan ada tabungan di bank. Mudah dan praktis, tidak perlu mengurus kembalian pula.

Cashierless

Di sisi lain toko-toko akan menuju era cashierless. Contohnya seperti Amazon Go di Amerika. Dengan mendekatkan HP saja ke alat yang dipunyai toko, kita diberi akses untuk masuk. Kita bisa masuk kalau aplikasi di HP menunukkan bahwa kita memiliki saldo. Kalau tidak ada, tidak bisa masuk. Di Amazon Go, ketika mengambil barang langsung dicatat di ponsel. Kalau saldo cukup dan sudah dipotong baru bisa keluar dari toko. Kita tidak bisa keluar kalo saldonya tidak mencukupi.

On Demand Revolution

Arahnya kita ini, “semua-semuanya” harus dengan berlangganan (by subscription). Berlangganan nonton Netflix atau Disney, berlangganan bulanan di market place misalnya karena konsumsinya sering. Dari yang occasional menjadi habitual. Trennya, orang akan berlangganan, tidak pakai cash lagi.

Beli makanan dengan aplikasi Grab dan main game juga demikian, dengan berlangganan. Kecenderungannya biar murah dan efisien. Ke depannya, isu security menjadi kian penting. Konsumen semakin sensitif dengan keamanan data. Para penyelenggara aplikasi dituntut makin menyamankan pelanggannya dengan security yang mumpuni.

***

Menarik menyimak pemaparan ini, wawasan saya mengenai perkembangan ke depannya. Untuk cashless, saya pun sudah sering menggunakannya. Namun tentunya tetap masih banyak hal lain yang penting untuk diperlengkapi dalam diri seorang milenial muda ataupun generasi Z, Alfa, dan seterusnya.

Semisal aneka soft skill tetap harus dipunyai, juga memperhatikan perkembangan profesi masa depan yang mengalami disrupsi besar-besaran. Kompetensi dalam hal literasi digital juga perlu dimiliki, termasuk dalam menulis di media social atau memberi tanggapan/komentar/pertanyaan merupakan hal mutlak. Mari terus belajar bersama.

Makassar, 10 Februari 2021


Mom blogger, freelance writer Blog: www.mugniar.com Twitter/IG: @Mugniar FB: Mugniar's Note E-mail: mugniarmarakarma@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *