• Artikel,  Umum

    Perempuan Menulis di Era Digital

    “Ilmu itu seperti buruan, dan tulisan seperti ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Di antara bentuk kebodohan adalah ketika kau berhasil menangkap kijang namun membiarkannya bebas tanpa diikat.” – Imam Syafi’i Mengikat ilmu yang dilakukan banyak orang pada era digital adalah menulis dengan memanfaatkan teknologi komunikasi-informasi. Keberadaan tulisan langgeng, selama dunia maya ada, siapa pun bisa menemukannya dengan mudah menggunakan search engine. Dalam perjalanan sebagai bloger, saya menyaksikan banyak perempuan inspiratif. Mereka memberdayakan diri melalui menulis – ada yang bahkan berhasil memberdayakan orang-orang lain. Contohnya para pendiri komunitas (seperti Ibu-Ibu Doyan Nulis, Kumpulan Emak-Emak Blogger, Blogger Perempuan, Indonesian Hijab Blogger, Blogger Muslimah, dan Indonesian Female Blogger). Contoh lainnya adalah…

  • Artikel,  Umum

    Tulisanmu, Harimaumu!

    “Hati-hati Niar. Kau penulis dan pengkritik. Hati-hati. Suatu saat Allah pasti mengujimu, apakah Kau bisa mendidik anak-anakmu dengan baik atau tidak!” tatapan pak tua itu menghunjam seluruh persendian tubuh saya. Lidah saya kelu. Badan saya menegang. Tapi saya tak mengingkari perkataannya. Saya tahu, ia benar. Dan saya tahu apa yang dikatakannya itu niscaya terjadi pada saya. Malah lebih daripada itu. Saya pernah diuji Allah setelah menulis. Allah menguji, apakah benar saya bisa mendidik anak-anak saya sesuai dengan apa yang saya tuliskan. Padahal saya baru saja berhasil melalui sebuah ujian dan menuliskannya namun DIA menguji saya kembali. Bisa saja DIA akan terus menguji saya dengan berbagai hal selain yang berkenaan dengan…

  • Artikel

    Kartu Pos dari Jepang

    Tadinya saya ingin menuliskan ini sesegera mungkin, tepatnya di bulan November tapi rupanya ada rangkaian kegiatan ulang tahun Anging Mammiri. Tidak enak rasanya kalau tiba-tiba nyelip posting-an ini. Akhirnya tentang kartu pos dari Jepang ini saya simpan dulu sampai pagi-pagi ini saya teringat kembali ketika menelusuri folder tempat penyimpanan gambar/foto di komputer saya. Kalau di posting-an yang lalu saya bercerita tentang Tamu dari Jepang yang merupakan tamu saya maka kali ini saya bercerita tentang Kartu Pos dari Jepang yang bukan untuk saya. Kartu posnya berasal dari Kak Imelda – tamu saya dari Jepang tempo hari. Tetapi kartu-kartu pos yang ia kirimkan sesampainya di Jepang ini untuk putri saya – Athifah,…