Articles by Mugniar Marakarma

No Picture

Perempuan Menulis di Era Digital

“Ilmu itu seperti buruan, dan tulisan seperti ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Di antara bentuk kebodohan adalah ketika kau berhasil menangkap kijang namun membiarkannya bebas tanpa diikat.” – Imam Syafi’i Mengikat ilmu yang dilakukan banyak orang pada era digital adalah menulis dengan memanfaatkan teknologi komunikasi-informasi. Keberadaan tulisan langgeng,…


Tulisanmu, Harimaumu!

“Hati-hati Niar. Kau penulis dan pengkritik. Hati-hati. Suatu saat Allah pasti mengujimu, apakah Kau bisa mendidik anak-anakmu dengan baik atau tidak!” tatapan pak tua itu menghunjam seluruh persendian tubuh saya. Lidah saya kelu. Badan saya menegang. Tapi saya tak mengingkari perkataannya. Saya tahu, ia benar. Dan saya tahu apa yang…


Kartu Pos dari Jepang

Tadinya saya ingin menuliskan ini sesegera mungkin, tepatnya di bulan November tapi rupanya ada rangkaian kegiatan ulang tahun Anging Mammiri. Tidak enak rasanya kalau tiba-tiba nyelip posting-an ini. Akhirnya tentang kartu pos dari Jepang ini saya simpan dulu sampai pagi-pagi ini saya teringat kembali ketika menelusuri folder tempat penyimpanan gambar/foto…


Tamu dari Jepang

Baru (kembali) jadi orang Galesong, berkat pak prof Aminuddin Salle… hehehe nenek moyang (papaku) dari sana dan bisa bahasa Makassar. Aku tidak bisa, baru mau belajar nih. Kenalkan namaku Daeng Senga hehehe (sebuah komentar di status Facebook saya)   Kopdar dengan Mbak Imelda   Surprais! Bagaimana saya tak terkejut. Penulis komentar…


10 Perempuan dalam Bingkai Rumata’

22 April pagi itu Rumata’ Artspace, sebuah Rumah Budaya di Makassar tampak lengang. Hanya ada kami sekeluarga yang melihat-lihat pameran seni yang menampilkan karya 10 perempuan. Kira-kira separuh bagian dari bangunan yang didominasi warna abu-abu itu dijadikan galeri yang memajang aneka karya seni. Pameran bertajuk “Mother. Daughter. Sister. An Endless…