Budaya Bugis Makassar di Tahun 1938 dalam karya Rolf de Mare
Sebelum kita melihat Budaya Bugis Makassar di tahun 1938 itu, bagus kiranya kita mengenal lebih dekat dengan Rolf de Mare terlebih dahulu.
Sekilas Tentang Rolf de Mare
Rolf de Mare (1888 – 1964) adalah seorang kolektor seni Swedia dan pemimpin Suédois Balet di Paris 1920-1925. Pada tahun 1933, Rolf de Mare didirikan “Les Archives Internationales de la Danse” (AID) di Paris sebuah museum pertama di dunia dan lembaga penelitian untuk berdansa. Arsip menjadi pusat terkenal untuk studi dalam tarian dan pengunjung datang dari seluruh dunia untuk melihat pameran atau untuk belajar di perpustakaan yang luas. Setelah Perang, de Mare menyumbangkan koleksi nya dari Swedia Ballet di Paris dan buah dari ekspedisi eksplorasi ke Indonesia pada tahun 1938 – yang pertama telah dilakukan dengan tujuan mendokumentasikan tari – ke Stockholm untuk membentuk Museum Tari, yang ia membuka pada tahun 1953.
Dalam kunjungannya ke indonesia Rolf de Mare juga menyempatkan diri ke tanah sulawesi selatan untuk mengdokumentasikan kebudayaan tanah bugis makassar itu. Berikut beberapa kumpulan foto hasil karya Rolf de Mare yang sempat saya comot dari digitalgallery.nypl.org.
Berikut Karya Rolf de Mare tentang Budaya Bugis Makassar di Tahun 1938






















Note *Keterangan foto ada pada catatan kaki pada foto
Maaf kalau keberatan di buka dan semoga bermanfaat
Huruf bahasa daerah Bugis yang dikenal dengan huruf lontara’ sudah saatnya mengalami perkembangan agar dapat berfungsi baik dalam komunikasi tertulis. Kekurangan huruf lontara’ selama ini adalah adanya beberapa bunyi ujaran yang tidak dapat diwakilinya, karena kekurangan itulah maka saya membuat 5 (lima) tanda sebagai ana’ sure’ (anaq sureq). Ke-lima ana’ sure’ itu bisa anda dapatkan di http://www.ziddu.com/download/13031039/5 ANAK SURAT BARU DALAM BAHASA DAERAH BUGIS.pdf.html atau di http://sansalisa.blogspot.com/
apa nama tarian adat bugis ? dan apa sajakah lagu-lagu tradisional khas Bugis ?
Bisa tolong dijelaskan ?