Kudus – Selamat Natal dan Tahun Baru

:: kepada pemilik embun, dan yang merayakan kekudusan.
Malam ini menandai sejuta larik senyum yang tumpah membekap semesta. Kekudusannya meninggalkan jejak basah di helai dedaunan, ranting-ranting pohon, juga semak-semak. Suara air memercik diantara keheningan yang ditiupkan oleh dingin malam. Selebihnya, hanya ada bulan yang menghitung jejak gelap yang tak mampu disingkapnya.
Satu satu embun dipilin seumpama adonan kue. Angin yang tak awas, ditangkap oleh dingin, kemudian dipintalnya menjadi titik-titik yang basah, namun lekat. Ia tak terjerembab, namun diselamatkan. Pada daun, ranting, atau bebatang yang hendak dimandikan pagi. Menjadi mata-mata di remang malam.
Semua yang terpejam, membuka, atau sekedar beringsut diantara keduanya adalah saksi-saksi yang kelak menyanyikan kidung penyempurna.
Tak peduli apa warna yang kau kenakan kini. Si sana kelak, pewarna tak ada gunanya. Semua warna sirna oleh cahaya. Dan yang memantulkan cahaya hanyalah sesuatu di dadamu. Cahaya-cahaya itu kemudian lebur kapda cahaya maha cahaya.
Ketika kau sadar dalam darahmu mengalir pelan, benakmu menuntunnya menggapai pintu-pintu. Maka sesuatu di dadamu itu lah yang membukanya. Ketika itu kau akan mendengar suara sesejuk embun malam ini, sabdanya “selamat, damai lah selalu..”
Tidak ada warna : Amin!
Foto dari link ini.
No related posts.
selamat natal bagi yang merayakan
nice posting daeng
^^
horeee!!
selamat natal untuk yang merayakan
selamat tahun baru untuk semuanya!!
horeee!!
damai di bumi, damai di hati :)