Pesona Wisata Budaya Toraja Passilaga Tedong
Makassar 23 Desember 2010 tepat pukul 21.00 Wita Saya menuju kedepan Briton Tamalanrea tepatnya di depan jalan masuk Perumahan Dosen Unhas sebagai Meeting Point Keberangkatan dengan Makassar Backpacker. Disana sudah nampak beberapa Seksi sibuk dan Peserta Wisata Budaya Toraja – Lovey Desember 2010 Makassar Backpacker saya pun berbaur dalam kelompok tersebut. Pukul 22.00 Wita Meeting dan Doa bersama di area tersebut menjadi awal perjalanan yang banyak menyisahkan Cerita Seru, Pengalaman dan cerita lucu.
Perjalanan Menuju Toraja malam itu kami menggunakan Bus berukuran besar tapi karena Overnya pendaftar akhirnya beberapa peserta harus mengiklaskan berdiri dan tidur di lorong Bus. Malam itu saya duduk dengan sang Suhu Photografy (echa) hingga perbincangan dalam perjalanan pun tidak jauh sekitar Photografy *thanks suhu atas ilmunya, tapi masih kurang
. Disekitar Segeri – Pangkep kami mendapatkan macet panjang *tidak tau penyebabnya apa hingga macet berjam-jam. Hingga 24 Desember 2010 pukul 10.00 Wita kami menghirup aroma segar udara Tana Toraja *akhirnya sampai juga #manggang. Mimik muka semua begitu kusut sesampainya di tujuan tapi disekian muka-muka kusut tersebut terselip Muka kegirangan yang seakan-akan menemukan kepuasan tersendiri yakni Herdy Pratama Putra a.k.a Puco yang memang sepanjang perjalanan memasuki Tana Toraja di serang penyakit Jekpot-jekpot *Sabar ko puco ini salah satu Cara efektif menurunkan berat badan parner
Setelah pembagian kamar, bersih-bersih ada kabar gembira dari Om Dodo bahwa di Sa’dan Ada cara Passilaga Tedong (Adu Kerbau) *asekkkk ada passilaga tedong ayooo. Sebelum berangkat ke Sa’ban kami menjalankan Sholat Jumat dulu di mesjid raja Rantepao dalam perjalanan kesana teman-teman yang lain sudah ada yang melakukan hitching ke tujuan *weee sumanganna ngaseng semua hitching tapi saya dan rombongan terakhir berinisiatif naik angkot saja sebab aroma keletihan pada saat perjananan Makassar – toraja masih terasa. Setelah Jumatan Ritual Kenarsisan dimulai di Depan Mesjid, tapi ada satu dari kami yang cederah pada saat melakukan hitching ke mesjid raya *lirik joly memijat kaki yang lagi salah urat akibat hitching. Petualanagan hari pertama pun dimulai di Sa’ban, di perempatan menuju sa’ban hitching toraja dimulai dengan mengendarai Mobil Truck dengan angkutan batu *untung bukan batu gunung yang cadas. Dalam perjalanan mata seakan di manjakan oleh barisan tongkonan yang indah dan sawah yang hijau hingga meleburkan rasa lelah yang tersisa *sumangat.
Setelah beberapa kali hitching kami pun sampai di sa’ban tapi sayang sebagaian kelompok masih belum sampai ditujuan. Bergegas kamera yang di pinjamkan nanie saya keluarkan untuk merekam moment Passilaga Tedong di tana toraja. Dengan mengandalkan tanduk yang besar dan tajam mereka memperlihatkan Kejantanan di muka semua warga yang menonton pertandingn langkah ini. Diselah itu sebagaian masyarakat memanfaatkan moment ini untuk memasang taruhan. Tidak tanggung-tanggung taruhan tersebut terang-terangan didepan para penonton Passilaga Tedong.
Sudah puas merekam moment Passilaga tedong dengan kamera kami beranjak ke keatas melihat dan merekam moment di bawah indahnya Tongkonan Tana Toraja. Rasa tabjuk akan keindahan tongkonan, arsitekturnya klasik, coraknya khas dengan masyarakat Toraja dan susunan Tanduk Tedong (kerbau) menjadi ciri khas tersendiri untuk bagunanan Tana Toraja ini.
Puas melihat Passilaga Tedong , Hunting Photo dan Bernarsis Ria kami beranjak pulang. Sebab bila sudah malam katanya sa’ban jarang kendaraan yang lewat *huakakaka takut engak bisa hitching dasar wisatawan kere
Rute balik ke rantepao berubah akibat truck yang kami tumpangi mengakatan lewat sana lebih banyak kendaraan tapi apa dikata rute itu mengelilingi rute awal yang kami lewati tadi. Hingga kami harus melanjutkan perjanan dengan Jalan kaki. Setelah jalan kaki sekitar 1 kilo, 2 mobil Kijang tua merapat yang menyodorkan tumpangan *angkot apa iklas nih om ?. Karena kami banyak dan angkot hanya 2, dalam 1 angkot Kijang tua diisi 17 orang *ededede bunyi” kau itu mobilnya orang huakakakak tapi biarpun dipaksakan mengisi angkot sebanyak-banyaknya itu belum muat kami semua. Terpaksa Saya, Ancha Aco, Puco dan Ical memilih berjalan dulu dan menunggu Kendaraan yang lewat *kuru sumungemu nak huakakakak. Dan alhasil kami mendapatkan angkot *dance hawai
Hitching pun berjanjut hingga ke penginapan kami tapi hitching terakhir ini begitu misteri dalam truck ada air yang baunya memang pessing dan dalam genangan air ada rumput-rumput huakakakka *air kotoran binatang atau bukan yah ???? ahh urusan belakang
Hari pertama sudah ada cerita lucu dan berbagai pengalaman unik nantikan Review Hari Kedua dan Hari Ketiga yah




