• Uncategorized

    Kampung Penenun Sutera Sengkang

    Cuaca begitu cerah di atas tanah tempe. Pekerjaan yang di berikan oleh kakak sepupu untuk persiapan wedding bulan depan pun sudah selesai. Karena tidak adanya aktifas lagi saya berniat untuk mengunjungi salah satu Kerajinan kebanggaan Kabupaten Wajo yakni Penenun Kain Sutera. Pagi itu saya ke desa Sempangge Berjarak kurang lebih 3 Km dari kecamatan tempe dengan menggunakan alat transportasi becak motor. Biaya dari Kecamatan Tempe ke Sempangan berkisar Rp. 3000,- kalau kita start dari kota sengkang kemungkinan harganya Rp. 6000,-. Di Desa Sempangge mayoritas masyarakatnya adalah patennung (Penenun kain sutera) Ada hal yang berbeda ketika kita sudah berada dikawasan Sempangge. Disetiap deretan rumah panggung bunyi sentakan Kayu terdengar nyaring di…

  • Uncategorized

    Singkatkan Salam dengan “Ass” : Itu Bokongmu?

    original posting blog di sini. Anda sering membuka diskusi dengan mengucap salam yang disingkat dengan “ass”? Meski mungkin sebahagian orang akan paham maksud baiknya, tapi sadarkah bahwa singkatan “ass” itu juga bermakna bokong/pantat dalam bahasa Inggris, dan beraroma sarkastik berupa umpatan?   Sedari dulu saya sering gusar dengan banyak pesan singkat via sms, BBM, YM, email atau bahkan surat yang membuka komunikasi dengan salam yang disingkat “ass”. Saya sepenuhnya memahami bahwa maksud si penyampai mungkin baik, mengucapkan salam yang berarti mendoakan keselamatan pihak di seberang pesan. “ass” adalah singkatan kolokial/prokem untuk assalaamu alaikum, dan biasanya disampaikan oleh anak gaul/anak muda yang mungkin kerepotan atau keberatan menulis panjang-panjang salam tersebut (aneh ya,…

  • Uncategorized

    Budaya Bugis Makassar di Tahun 1938 dalam karya Rolf de Mare

    Sebelum kita melihat Budaya Bugis Makassar di tahun 1938 itu, bagus kiranya kita mengenal lebih dekat dengan Rolf de Mare terlebih dahulu. Sekilas Tentang Rolf de Mare Rolf de Mare (1888 – 1964) adalah seorang kolektor seni Swedia dan pemimpin Suédois Balet di Paris 1920-1925. Pada tahun 1933, Rolf de Mare didirikan “Les Archives Internationales de la Danse” (AID) di Paris sebuah museum pertama di dunia dan lembaga penelitian untuk berdansa. Arsip menjadi pusat terkenal untuk studi dalam tarian dan pengunjung datang dari seluruh dunia untuk melihat pameran atau untuk belajar di perpustakaan yang luas. Setelah Perang, de Mare menyumbangkan koleksi nya dari Swedia Ballet di Paris dan buah dari ekspedisi eksplorasi ke Indonesia…