• Uncategorized

    Review: Bec – Darren Shan

    Seakan tak pernah habis, iblis-iblis bertampang mengerikan terus bermunculan dengan rasa lapar mereka tak pernah terpuaskan. Mereka mendatangi pemukiman penduduk dan menyebarkan mimpi buruk. Menyerang dan membunuh mereka yang lengah. Ribuan korban berjatuhan. Anak-anak, perempuan bahkan pria dewasa sekalipun. Satu demi satu klan musnah. Banyak di antaranya yang hanya menyisakan rumah-rumah tak berpenghuni yang sebagian besar porak-poranda. Hanya mereka yang memiliki persenjataan, kemampuan bela diri, dan sedikit sihir yang nampaknya mampu bertahan. Setidaknya bisa hidup lebih lama. Adalah Bec, anak perempuan yang dididik menjadi penyihir wanita. Ia diharapkan akan tumbuh besar sebagai peyihir yang cakap yang mampu membantu klan. Daya serap Bec sangat cepat, ia dengan mudah menghapalkan mantera, menyembuhkan…

  • Uncategorized

    Daddy Long Legs – Jane Webster

    Menurut aturan Panti Asuhan John Grier yang disetujui oleh para dewan pengawas, setiap anak yang telah berusia 16 tahun, harus segera keluar , meninggalkan panti dan dikirim bekerja di suatu tempat. Tahun itu Jerusha Abbott (Judy) adalah salah satu penghuni panti yang mendapatkan giliran tersebut. Ia tidak dapat lagi ditampung di tempatnya tumbuh dan berkembang.Sebenarnya, Judi sama sekali tak punya tujuan. Memikirkan rencana hendak ke manapun tidak terbersit sama sekali. Namun keberuntungan berada dipihaknya, seperti beberapa anak laki-laki di tahun sebelumnya, Judi diberi kesempatan untuk belajar di Perguruan Tinggi. Sebagai balasan untuk semua biaya hidup dan  kuliah serta uang saku sebanyak tiga puluh lima dolar  yang akan diterimanya tiap bulan, Judi hanya…

  • Uncategorized

    The Wind In The Willows

    The Wind in the Willows, buku yang pertama kali terbit tahun 1908 ini bercerita tentang petualangan Tikus Tanah, Tikus Air, Luak dan Katak. Semua petualangan mereka tertuang dalam 12 bab. Bermula dari pertemuan kedua tikus di tepi sungai, petulangan di hutan belantara sampai bagaimana kisah mereka merebut kembali Puri Katak dari tangan Rase yang jahat. Dari semua karakter utama, yang paling saya sukai adalah sosok sang Katak. Bawaannya yang riang namun sombong, ceroboh, bahkan sering lupa diri membuat saya menikmati setiap kisahnya. Lihat saja bagaimana ia mengendarai mobil balap ataupun ketika berusaha kembali ke kediamannya dengan menyamar sebagai tukang cuci. Rasa gemas, kesal sampai kasihan bercampur aduk setiap kali bab tentang…