KLINIK BLOG AM : Berteman dengan PUEBI

3 Mei 2019 lalu, Komunitas Blogger Anging Mammiri kembali menggelar Klinik Blog. Kali ini, tema yang diangkat adalah “Berteman dengan PUEBI.” Tidak sedikit orang yang masih asing dengan istilah PUEBI, beberapa bahkan bertanya karena penasaran “PUEBI itu apa sih?”

PUEBI adalah singkatan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Dulunya, kebanyakan orang memang lebih mengenal istilah EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Sejak tahun 2015, penggunaan istilah EYD telah diganti dengan istilah PUEBI. Pada dasarnya, kedua istilah tersebut merujuk pada hal yang sama, yaitu tentang penggunaan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun, sebagai pedoman terbaru, tentu ada beberapa perubahan yang dapat ditemui pada PUEBI sebagai dampak dari meluasnya ranah pemakaian bahasa Indonesia di tengah-tengah kemajuan teknologi dewasa ini. Karena itu, Komunitas Blogger Anging Mammiri menghadirkan Kak Irmawati, S.S. sebagai alumni Jurusan Sastra Indonesia untuk berbagi ilmunya mengenai PUEBI.

Bertempat di salah satu ruang kelas Makassar Digital Valley, Kak Irma menjelaskan beberapa hal penting terkait PUEBI. Salah satunya adalah tentang pemilihan kata baku seperti kata masjid, risiko, asas. Di kehidupan sehari-hari, kita seringkali menggunakan kata ‘mesjid’ yang sebenarnya merupakan kata tidak baku. Tetapi, untuk keperluan komunikasi formal, khususnya dalam bentuk tertulis, pengetahuan tentang kata baku tentu menjadi sangat penting.

Selain pemilihan kata baku, Kak Irma juga menjelaskan tentang penggunaan imbuhan yang tepat. Tidak bisa dipungkiri, penggunaan imbuhan yang tepat juga seringkali membuat kebingungan, salah satunya penggunaan imbuhan di-. Imbuhan di- yang diikuti kata kerja, harus ditulis bersambung atau tanpa spasi. Misalnya pada kalimat “Mobil itu didorong oleh Andi.” Jika dituliskan “Mobil itu di dorong oleh Andi”, maka kalimat ini menjadi tidak tepat. Lain halnya dengan kalimat “Andi bersembunyi di dalam lemari kayu.” Untuk menunjukkan keterangan tempat, maka kata “di” ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya.

Klinik Blog hari itu berjalan seru, sampai-sampai waktu terasa berjalan begitu cepat. Setelah pemaparan materi PUEBI, Kak Irma lanjut memberi Kuis yang menuntut kecepatan dan ketepatan menjawab soal-soal tentang materi PUEBI. Tidak hanya sekadar memberi kuis, Kak Irma bahkan memberi hadiah menarik kepada tiga orang peserta yang berhasil memperoleh nilai tertinggi.

Di akhir kelas, ada juga sesi bedah blog dan bedah tulisan beberapa orang peserta. Atmosfer kebersamaan benar-benar terasa sore itu. Masing-masing peserta tidak hanya mengajukan pertanyaan terkait blog, tetapi juga berbagi pengalaman menarik dan motivasi yang membuat mereka terus ingin meningkatkan kualitas isi dan tampilan blog masing-masing. Tapi memang itulah salah satu alasan Klinik Blog AM ini terus dihadirkan agar tetap bisa saling berbagi semangat dan saling mendukung untuk terus tumbuh menjadi lebih baik.

Reportase kegiatan dari Citra (Pengurus Komunitas AngingMammiri)


About the Author

Paccarita
Paccarita adalah ikon dari komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri Paccarita adalah anak kecil yang ceria dan senang berbagi banyak hal.

Be the first to comment on "KLINIK BLOG AM : Berteman dengan PUEBI"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*